Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Artikel

Kurikulum Softkill Terintegrasi di Perguruan Tinggi

Kamis, 21 Jul 2016 12:30

Kurikulum Softkill Terintegrasi di Perguruan Tinggi

Olivia Fachrunnisa Ph.D (Istimewa)

Oleh: Olivia Fachrunnisa Ph.D *)

PERGURUAN Tinggi ikut berkontribusi pada peningkatan kualitas generasi muda produktif (usia kerja 20-45 tahun). Sebuah perguran tinggi  menghasilkan angkatan muda lulusan baru baik program diploma maupun sarjana yang siap memasuki dunia kerja.

Setiap generasi akan membawa tantangan dan menguji sebuah negara, akan tetapi tidak ada yang lebih menantang selain generasi milenium. Siapakah mereka? Mereka adalah angkatan muda yang lahir pada tahun 1980-1999. Menurut proyeksi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lebih dari 50 tahun ke depan, populasi Indonesia akan mengalami bonus demografi, 60-70 persen dari populasi tersebut berada dalam usia kerja 15-64 tahun. Sedangkan menurut the CIA World Factbook, rata rata usia penduduk di Indonesia adalah 29,2 tahun.

Ciri dari generasi tersebut adalah memilih bekerja dengan lebih leluasa (fleksibilitas) dalam segi waktu dan tempat, memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi dan kesadaran sosial. Generasi ini juga berpikir out of the box. Tantangan dan perubahan merupakan motivator bagi generasi milenium. Ciri berikutnya, generasi ini memiliki pola pikir mobile. Mereka terhubung dengan internet selama 7 hari dan 24 jam sehari.

Pemenuhan kompetensi dan daya saing yang tinggi tersebut menjadi salah satu tugas perguruan tinggi. Di dalam standar KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).telah diamanahkan bahwa kurikulum Perguruan Tinggi hendaknya juga mencakup kemampuan soft skill dan hard skill. Setiap mahasiswa hendaknya tidak hanya berkompetensi di bidangnya, tetapi juga harus memiliki kemampuan soft skill dan karakter yang kuat seperti kemampuan memimpin, berkomunikasi, menjalin relasi, empati, dll.  Dengan bekal soft skill dan hard skill yang seimbang, diharapkan seluruh lulusan akan memiliki daya saing dan daya juang yang kuat dalam menghadapi globalisasi dan MEA khususnya.

Antara tahun 1986 dan 2006, terdapat banyak penelitian yang membuktikan bahwa keahlian yang disebut sebagai soft skill akan menjadi sangat penting bagi efektifitas kerja di masa mendatang (Brungardt: 2011). Hard skill merupakan kemampuan dan keterampilan yang mencakup pengetahuan akademik.

Soft skill meliputi kemampuan dan kecakapan untuk hidup sendiri maupun berkelompok. Seseorang dengan soft skill yang baik akan mampu berkomunikasi dengan baik, mempunyai motivasi tinggi, dan memiliki etika, moral, dan nilai spiritual.

Islamic soft skill merupakan soft skill yang berdasar pada nilai-nilai dan syari’ah Islam. Peningkatan Islamic soft skill bermaksud untuk membangun karakter dan pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, bertanggungjawab dan jujur, tidak hanya di mata masyarakat tetapi juga di mata Tuhannya. Pribadi dengan Islamic soft skill yang baik akan memiliki karakter yang kuat karena spiritualitas yang stabil sebagai hasil dari intensitas kedekatan dirinya dengan sang pencipta.

Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), dalam hal ini Fakultas Ekonomi, menerima hampir seribu mahasiswa baru tiap tahunnya. Dengan berbagai latar belakang yang berbeda tentu bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk memproses mereka sehingga menjadi lulusan yang memiliki Islamic soft skill dan karakter yang kuat.

Dalam rangka mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan kemampuan hard skill, soft skill dan karakter, maka perlu adanya proses pendidikan yang terintegrasi antara pendidikan intelektual akademik dan pendidikan moral/karakter yang kemudian disebut dengan konsep ‘Pendidikan Karakter Terintegrasi’. Konsep ini mengedepankan pembekalan kepada mahasiswa tidak hanya pada penguasaan konsep keilmuan di masing masing prodi, tetapi juga pendidikan karakter dan soft skill yang mumpuni sebagai bekal mereka nanti.

FE Unissula mengambil peran sebagai promotor dan fasilitator yang menyajikan pendidikan karakter terintegrasi melalui penguatan soft skill berbasis nilai-nilai Islam dan character building demi menyiapkan generasi khaira ummah. Sebagai bagian dari pejuang akademik, maka seluruh mahasiswa FE Unissula memiliki ciri khusus yaitu ciri sebagai generasi khaira ummah,  generasi muslim yang beriman, berakhlak mulia, terampil di bidangnya, serta bermanfaat bagi sesama secara ihsan (profesional).

Dalam rangka mendirikan komitmen untuk membangun para lulusan berkompeten yang memiliki soft skill komprehensif dan karakter yang kuat, demi membangun generasi khaira ummah, maka perlu disusun sebuah program berkelanjutan yang dinamai dengan Program Soft Skill and Character Building. Program ini dilaunching bagi mahasiswa baru FE Unissula dan dilaksanakan secara berkelanjutan bekerjasama dengan sebuah Lembaga Pelatihan dan Psikologi Terapan (LPPT) yang ahli dalam bidang pengembangan kepribadian.

Program ekstrakurikuler wajib yang dirancang secara berkesinambungan selama 7 semester tersebut meliputi kombinasi metode ceramah klasikal, studi kasus, role playing, outbound, penugasan, class project, meeting expert, kajian keagamaan, kompetisi blog dan pembelajaran lain yang dilaksanakan diluar perkuliahan dengan bimbingan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan serta mentor dan fasilitator dari LPPT.

Program ini merupakan wujud implementasi dari misi membangun Generasi Khaira Ummah, yaitu generasi muslim yang beriman, berakhlak mulia, terampil, serta bermanfaat bagi sesama secara ihsan (profesional).

Program Islamic soft skill dan character building dimasukkan dalam kurikulum dan dilaksanakan di luar kegiatan perkuliahan, sehingga tidak akan ada lagi istilah mahasiswa kupu kupu atau kuliah pulang kuliah pulang. Mahasiswa akan terlatih untuk mengembangkan kemampuan personal diri yang kuat sebagai salah satu ciri generasi ‘khaira ummah’.  Dengan demikian, penyiapan generasi khaira ummah yang kompeten di bidangnya yang memiliki soft skill dan berkarakter seharusnya dapat dilakukan secara berjamaah oleh seluruh PTIS di Indonesia. (*)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia