Kamis, 18 Jan 2018
radarsemarang
Cahaya Ramadan

Lebaran, Hotel di Semarang Laris

Banyak Digunakan Tamu untuk Transit Mudik

Selasa, 05 Jul 2016 12:10

Lebaran, Hotel di Semarang Laris

Lebaran, Hotel di Semarang Laris (RadarSemarang)

SEMARANG - Sejumlah hotel di Kota Semarang laris manis. Jauh-jauh hari menjelang lebaran telah dibooking oleh para pemudik maupun keluarga yang ditinggal mudik para pembantu rumah tangga. Rata-rata, para pemudik yang berasal dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor dan lain-lain memesan hotel di Kota Semarang.

Para pemudik tersebut memilih menikmati perjalanan jauh saat mudik sekaligus mamanjakan diri untuk berlibur. Sejumlah kota yang dilintasi jalur mudik menjadi tempat transit atau persinggahan bersama keluarga sehari hingga dua hari, ketimbang harus berjibaku dengan arus lalu lintas mudik yang padat.

Biasanya, mereka singgah di kota tersebut untuk jalan-jalan di tempat-tempat wisata maupun pusat perbelanjaan. Di Kota Semarang sendiri, tren mudik transit di hotel diminati oleh masyarakat. “Kamar hotel sudah banyak dibooking. Bukan dominan masyarakat yang stay di Semarang. Tapi lebih dominan para pemudik dari luar kota seperti Jakarta. Mereka transit di Semarang. Tren mudik transit di hotel lebih diminati masyarakat,” kata General Manager Hotel Quest Semarang Yuni Manicha, kemarin.

Dikatakannya, untuk tanggal 1 hingga 8 Juni 2016 telah banyak pemesan. Ia optimistis, okupansi hotel saat lebaran diprediksi akan full 100 persen. H-6 lebaran saja, dari sebanyak 155 kamar di Hotel Quest Semarang, 132 kamar di antaranya telah dipesan atau 85 persen. “Ini masih akan terus meningkat, diprediksi hingga tanggal 10 Juni mendatang,” katanya.

Para pemesan kamar hotel, kata Yuni, memang ada sebagian adalah warga Semarang yang ditinggal mudik oleh pembantu. Mereka telah memesan hotel untuk tinggal sementara saat lebaran. Namun demikian, paling banyak didominasi oleh pemudik dari luar kota. “Trennya memang sebagai transit. Mereka yang sedang menikmati perjalanan transit di hotel Semarang untuk istirahat 1-2 hari. Jalur mudik kan padat. Selain itu bisa menikmati wisata dan belanja oleh-oleh,” katanya.

Pemesanan reservasi dilakukan berbagai macam, mulai dengan cara reservasi telepon secara langsung, online travel lokal, booking.com, maupun melalui agen-agen travel yang telah bekerjasama. “Kami memang bekerja sama dengan agen travel atau perjalanan wisata,” imbuh dia.

Sejauh ini, lanjut Yuni, tingkat okupansi di Hotel Quest Semarang terbilang stabil. Hal itu telah dimulai sejak awal bulan ramadan lalu. “Dua minggu sejak awal puasa didominasi grup Mice (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) telah full. Untuk minggu ke empat didominasi bisnis. Sedangkan awal Juni—lebaran didominasi oleh keluarga. Market terbesar melalui online,” ungkapnya.

Pihaknya juga bakal menjamu khusus para pemudik. Di antaranya melakukan penyambutan di daerah bundaran Kalibanteng Semarang Barat dengan memberikan selongsong ketupat lebaran. “kami berikan selongsong ketupat lebaran berisi ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan permohonan maaf lahir batin sebagai penghormatan kami kepada para pemudik yang melintasi Kota Semarang. Welcome para pemudik, baik yang menggunakan motor maupun mobil dari Jakarta,” katanya.

Selain itu, ada rangkaian kegiatan baksi sosial untuk anak-anak panti asuhan. Pihak menejemen melakukan kegiatan dengan berbagi kasih sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap sesama. “Kegiatannya itu diselenggarakan di sebuah panti asuhan di daerah Gunungpati Semarang,” beber Yuni. (amu/smu)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia