Rabu, 17 Jan 2018
radarsemarang
Cahaya Ramadan

Asah Kepekaan Anak Melalui Dongeng

Rabu, 29 Jun 2016 13:00

Asah Kepekaan Anak Melalui Dongeng

Asah Kepekaan Anak Melalui Dongeng (RadarSemarang)

SEMARANG – Metode pendidikan klasik bercerita dengan teknik mendongeng dinilai masih efektif untuk menanamkan nilai-nilai dan mengasah kepekaan dalam menangkap sebuah proses pembelajaran. Kali ini Badan Wakaf Nusantara dan Jentera Semesta Kota Semarang, mengisi bulan Ramadan yang penuh hikmah dengan menggelar kegiatan 'Dongeng Sahabay Semesta' di Mushala Al-Ukhuwah Perum Wates Permai Ngaliyan, Kota Semarang.

Sejumalah anak-anak Taman pendidikan Al-Quran dibuat berbunga-bunga menyimak cerita Dongeng Sahabat Semesta yang dibawakan oleh beberapa tutor. "Anak-anak sangat antusias mendengarkan kisah dongeng. Kami mengajak anak-anak untuk belajar menangkap nilai-nilai dari berbagai kisah inspiratif," kata Agus Munif selaku Ketua Badan Wakaf Nusantara, Selasa (28/6).

Dikatakannya, metode bercerita dengan teknik mendongeng merupakan metode pendidikan klasik yang cukup efektif untuk diterapkan. Terlebih untuk mengisi kegiatan di bulan ramadan. Sebab, dunia anak-anak sangat dengan dengan dunia bermain. Sedangkan di era digital seperti saat ini, anak-anak dalam kondisi mudah terkontaminasi lingkungan karena banyaknya produk permainan game yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama Islam.

"Keaktifan anak-anak dengan merespon dengan sejumlah pertanyaan terkait isi cerita tersebut membuktikan ini terjadi proses belajar secara aktif," terang Agus.

Melalui bercerita, lanjut dia, seorang anak dituntut untuk memiliki kepekaan dan daya tangkap terhadap apa yang mereka lihat dan dengarkan.  Sehingga hal ini juga nerupakan proses melatih mereka untuk konsentrasi. "Selain itu juga mengambil hikmah dari apa yang diceritakan," imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, melalui program Nusantara Berbagi dan Berani Berbagi, anak-anak juga mendapatkan bingkisan berupa buku dan alat tulis. "Buku dan alat tulis tersebut sebagai bagian untuk memberikan motivasi supaya mereka memiliki kegemaran dalam dunia literasi, baik menulis cerita maupun pengalaman mereka sendiri," imbuhnya.

Pengurus takmir Mushala Al-Ukhuwah, Imam Riyadi, mengatakan mushala ini masih dalam proses pembangunan. Namun demikian, pihaknya mengaku sangat senang karena melalui kegiatan seperti ini mampu memberi semangat kepada warga sekitar meski para peserta didik melakukan proses pembelajaran hanya di ruang sederhana. "Sebab teras, jendela, maupun pintunya belum ada. Tapi kegiatan pendidikan anak tetap antusias  belajar ilmu agama," katanya.

Dikatakannya, pembangunan Mushala Al-Ukhuwah tersebut murni dari warga masyarakat, setiap minggu, masyarakat menyisihkan sedikit uangnya untuk pembangunana mushala tersebut. Diakhir acara Ketua Badan Wakaf Nusantara memberikan donasi untuk pembangunan mushala Al-Ukhuwah. (amu/zal)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia