Selasa, 16 Jan 2018
radarsemarang
Tanya Jawab Agama Islam

Bagaimana Cara Zakat?

Kamis, 23 Jun 2016 14:00

Bagaimana Cara Zakat?

Bagaimana Cara Zakat? (RadarSemarang)

Pertanyaan :      

Assalamu'alaikum Pak ustadz, mau tanya. Gimana sih sebenarnya tata caranya zakat? Apakah boleh zakat fitrah diganti dengan uang saja? Terima kasih

Warih di Kalipancur, 085641766XXX

 

Jawab :

Waalaikumussalam Warahmatullah bapak warih di Kalipancur yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Perlu diketahui bahwasa zakat menurut bahasa adalah bertambah atau berkembang. Sedangkan secara syar’i adalah sebuah nama bagi suatu harta tertentu, dikeluarkan dari suatu harta tertentu, diberikan kepada sekelompok orang tertentu pula. Dan zakat fitrah bisa dikatakan sebagai upaya membersihkan diri untuk mensyukuri ciptaan Allah. Dalam QS. Albaqarah 2:43 Allah berfirman “Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat”

Zakat fitrah hukumnya wajib sebab adanya 3 hal, yaitu bagi 1) seorang muslim, ia berkewajiban menzakati dirinya sendiri atau juga orang islam yang nafkah mereka menjadi tanggung jawabnya. 2) sebab terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan ramadhan dan 3) ketika terdapat kelebihan, maksudnya adalah ketika seseorang itu mampu memiliki bahan makanan pokok, yang mana sudah lebih untuk kebutuhan dirinya sendiri dan juga keluarganya pada saat hari raya, begitu juga pada saat malam hari raya.

Kewajiban yang wajib dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah 1 sho’ dari bahan makanan yang biasa dikonsumsi di daerah tempat tinggalnya. Jika di daerah tersebut pada umumnya mengkonsumsi beras, maka wajib mengeluarkan beras. Dan jika mengkonsumsi jagung maka wajib mengeluarkan jagung. Mengenai ukuran satu sho’ para ulama berbeda pendapat :

Menurut imam Syafi’i, fuqoha, ulama Hijaz dan Imam Syaibani satu sho’ adalah 2, 175 Kg sedangkan menurut kitab Fathul Qodir, satu sho’ adalah 2,719,16Kg. Ada juga pendapat yang sering dipakai di Indonesia dan sering berlaku adalah 2,5 Kg seperti keterangan dalam kitab Mukhtashar Tasyyidil Bunyan.

Untuk distribusi zakat sendiri harus diserahkan kepada 8 golongan, yaitu 1) faqir, 2) miskin, 3) para pelaksana atau pembagi zakat, 4) orang-orang yang masih lemah imannya, 5) budak, 6) orang yang mempunyai beban hutang demi kepentingan masyarakat dan Islam, 7) orang yang berjihad dan 8) orang yang sedang kehabisan bekal dalam perjalanan.

Menanggapi pertanyaan bapak Warih mengenai zakat yang diganti dengan Uang, memang menurut pendapat Abu Hanifah zakat fitrah boleh dirupakan bahan makanan atau dengan memakai uang, karena zakat merupakan hak faqir miskin, dirupakan dalam bentuk makanan atau uang sama saja dapat menutupi kebutuhan mereka.

Berbeda dengan pendapat ulama syafi’iyah, begitu pula imam Malik dan imam Ahmad, zakat fitrah haruslah berupa makanan yang layak dikonsumsi dan masih baik. Imam AnNawawi menuqil syarahnya, bahwa seluruh ulama, kecuali Abu Hanifah sepakat tidak memperbolehkan zakat fitrah dibayarkan dengan uang. Dan pendapat inilah yang rajih (pendapat yang kuat). Pendapat ini pula yang banyak berlaku di Indonesia mengingat mayoritas penduduk Indonesia merupakan menganut madzhab Syafi’i. Sekian jawaban dari saya, semoga dapat bermanfaat dan barokah. Amin. (*/zal)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia