Minggu, 25 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Saber Pungli OTT Oknum Kejati, Perihal Karcis Jolotundo

Selasa, 06 Feb 2018 08:00 | editor : Mochamad Chariris

AK (jaket hitam) oknum jaksa saat akan dibawa Tim Saber Pungli Polres dan Kejari Kabupaten Mojokerto ke Mapolda Jatim.

AK (jaket hitam) oknum jaksa saat akan dibawa Tim Saber Pungli Polres dan Kejari Kabupaten Mojokerto ke Mapolda Jatim. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Semangat pemberantasan korupsi dan pungutan liar (pungli) terus diderukan Polres Mojokerto dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, yang tergabung dalam tim saber pungli.

Di awal tahun ini, gabungan dua penegak hukum tersebut sudah membuat gebrakan dengan mengungkap dugaan pungli yang terjadi di kompleks wisata religi Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Kemarin, tim saber bahkan menangkap tiga orang pelaku memiliki latar belakang dan profesi berbeda melalui operasi tangkap tangan (OTT). Salah satu dari pelaku tersebut bahkan diduga adalah oknum jaksa berinsial AK. Belakangan disebut-sebut warga asal Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, ini berdinas di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, pada bidang Intelijen.

Sedangkan, dua pelaku lainnya diketahui berinisial HCW, asal Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, dan IW, asal Kelurahan Nyemplungan, Kecamatan Pabean, Kota Surabaya. Keduanya mengaku sebagai oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Mereka diduga menerima sejumlah uang perihal pengelolaan karcis masuk destinasi Wisata Religi Petirtaan Jolotundo. Tim saber mengamankan beberapa alat bukti. Di antaranya uang Rp 11,9 juta, enam bendel karscis masuk wisata Candi Jolotundo, dan uang Rp 612 ribu. Selain itu, ada mobil Mitsubishi Kuda nopol L 1860 FN dan empat handphone (HP).

Ketiganya sempat dibawa ke Satreskrim Polres Mojokerto untuk menjalani pemeriksaaan. Namun, tidak lama berselang, oleh tim saber kemudian dibawa ke Mapolda Jatim, untuk ditangani lebih lanjut. ”Kasusnya sudah diambil alih Polda Jatim,” kata Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata Senin (5/1).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera membenarkan adanya OTT perihal karcis masuk wisata religi Jolotundo, di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. ”Ya, (dugaan pelakunya, Red) ada oknum jaksa dan LSM,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. ’’Saat ini (kemarin, Red) mereka masih dalam penyelidikan,’’ katanya.

Barung mengungkapkan, penangkapan tiga orang ini berawal atas dasar laporan korban, Kepala Pariwisata Religi Jolotundo, Ahmaji, pada Minggu (4/1). PNS di bawah naungan Disparpora Kabupaten Mojokerto, asal Dusun Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, itu mengaku diperas oleh tiga pelaku pada Sabtu (3/2). ’’Dugaan pemerasaan dilakukan dalam mobil, dengan modus ditakut-takuti. Karena diduga ada kecurangan perihal penjualan karcis,’’ jelasnya.

Dalam keterangan selama pemeriksaan, kata Barung, korban mengaku akan dimintai uang Rp 75 juta. Namun, nilai tersebut dirasa memberatkan. Hingga akhirnya muncul tawar-menawar sampai angka Rp 15 juta. ’’Setelah itu disepakati Rp 35 juta. Tapi, bayar uang muka dulu Rp 3 juta. Untuk Rp 32 juta kurangnya menyusul besoknya (Minggu, Red),’’ tandasnya.

Merasa sadar menjadi korban pemerasan, korban diam-diam berkoordinasi dengan Polsek Trawas dan tim saber pungli. Sesuai kesepakatan sebelumnya, korban bersama pelaku menyepakati tempat pertemuan mereka ditentukan di area Krian, Sidoarjo.’’Nah, saat korban menyerahkan uang Rp 10 juta, sekitar pukul 18.00, tiga pelaku ditangkap berikut barang bukti,’’ bebernya.

Barung menambahkan, dari keterangan selama proses penyelidikan, diketahui kabar adanya karcis dijual tidak sesuai kuota pengunjung. ”Ini versi dari LSM dan oknum jaksa tersebut,’’ paparnya. Namun, disinggung apakah memang ada dugaan kecurangan dalam pengelolaan karcis? Barung menegaskan, pihaknya masih akan mendalami lebih dulu. ’’Untuk kebenarannya sedang kita dalami,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia