Minggu, 25 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Lumpuhkan Penjahat tanpa Senpi, Polisi Dibekali Mixed Martial Art

Senin, 05 Feb 2018 22:50 | editor : Mochamad Chariris

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mempraktikkan tehnik bela diri MMA di halaman mapolres.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mempraktikkan tehnik bela diri MMA di halaman mapolres.

MOJOKERTO – Sedikitnya 300 personel Polres Mojokerto dan jajaran polsek digembleng bela diri mixed martial art (MMA) di lapangan mapolres Sabtu (3/1). Polwan juga diwajibkan berperan aktif mengusai kemampuan bela diri ini. Agar mampu melumpuhkan lawan tanpa menggunakan senjata api (senpi).

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata, mengatakan, tidak ada salahnya personel kepolisian belajar berbagai teknik bela diri. ’’Latihan ini sengaja kita agendakan sebagai tambahan bekal anggota kepolisian meningkatkan bela diri tangan kosong,’’ katanya. Polres Mojokerto juga sengaja mendatangkan pelatih MMA Linson Simanjuntak untuk melatih para personel.

Menurut Leonardus, bagi anggota yang mempunyai teknik bela diri, otomatis mampu meminimalisir penggunaan senpi ketika sedang menjalankan tugas. Sehingga, penggunaan senpi bisa dilakukan jika pelaku tindak kejahatan menggunakan senjata mematikan dan mengancam keselamatan petugas. ’’Begitu sebaliknya. Jika lawan masih menggunakan tangan kosong, kenapa harus takut. Kita harus lawan dengan tangan kosong juga dengan kemampuan bela diri ini,’’ tandasnya.

MMA merupakan olahraga full contact modern yang memperbolehkan petarung menggunakan teknik pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian. ’’Dengan begitu, kami bisa melumpuhkan tanpa harus menciderai,’’ paparnya. Sebagai kemampuan utama sebenarnya polisi juga sudah memiliki skill karate dan judo.

Namun, di sisi lain, karena tingkat kejahatan dan ancaman kepada petugas kian meningkat, pemahaman teknik dasar bela diri MMA sangat dibutuhkan. ’’Diharapkan, personel makin percara diri menghadapi situasi yang berbeda. Termasuk, penanganan kejahatan teroris,’’ kata Leonardus. MMA merupakan bela diri gabungan dari teknik menyerang boxing, muay thai, karate, dan taekwondo.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia