Minggu, 25 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Khofifah Minta Pendamping PKH Tak Galau Soal SK Pengangkatan

Rabu, 31 Jan 2018 22:20 | editor : Mochamad Chariris

Khofifah Indar Parawansa memberi sambutan di acara rapat koordinasi bantuan pangan nontunai di Hotel PCP Trawas, Mojokerto.

Khofifah Indar Parawansa memberi sambutan di acara rapat koordinasi bantuan pangan nontunai di Hotel PCP Trawas, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Bakal calon gubernur (bacagub) Jatim, Khofifah Indar Parawansa menghadiri rapat koordinasi dan konsolidasi Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jatim di Hotel PCP Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/1).

Kedatangan mantan Menteri Sosial (Mensos) ini untuk menghadiri undangan panitia BPNT-PKH tingkat Provinsi Jatim. Menurut Khofifah, progam tersebut dinilai sangat strategis bagi pelaksanaan program yang telah mengalami perluasan. ’’Ini program prioritas nasional. Bukan hanya program Kementerian Sosial (Kemensos),’’ katanya.

Pernah menduduki kursi Mensos, membuatnya sangat memahami betul bahwa PKH masih terus berlangsung di tengah masyarakat. Sehingga, apa yang sebelumnya menjadi programnya selama menjabat Mensos, kini masih melekat dan belum semua terhapus. Apalagi, penerima PKH di Jatim saat ini naik. Dari 1 juta menjadi 1,5 juta sasaran. ’’Ada peningkatan sampai 50 persen lebih,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, peningkatan ini juga terjadi secara nasional, mencapai 60 persen. Dari 6 juta menjadi 10 juta penerima PKH. Sehingga, dari jumlah yang signifikan tersebut, Khofifah mengaku sempat mendengar informasi pasca dirinya tidak menjabat Mensos, akan banyak program yang dibatalkan.

Dari situ, secara tidak langsung bermunculan pertanyaan seputar belum diterbitkannya SK pengangkatan pendamping PKH di kabupaten/kota. ’’Kami sampaikan, bahwa ini by system sudah jalan. Jadi, kepemimpinan siapa pun di Kemensos, Insya Allah semua jalan,’’ tandasnya.

Dia menegaskan, sebenarnya kekhawatiran itu merupakan hal yang manusiawi. Apalagi dengan jumlah pendamping yang terus bertambah. ’’Kami hadir di sini untuk memastikan. Direktur JSK (Jaminan Sosial Keluarga) juga sudah memastikan. Hari ini (kemarin, Red) semua SK selesai, dan besok (hari ini, Red) bisa dikirim ke daerah,’’ tuturnya.

Selain pendamping PKH, dalam SK tersebut di dalamnya juga mengantur pengangkatan koordinator wilayah (korwil) baru, koordinator kabupaten (korkab) baru, dan pendamping yang yang sebelumnya terevisi.

’’Khusus untuk pendamping, jumlahnya tambah separo dari yang ada sekarang. Kalau mereka khawatir SK tidak turun itu sesuatu yang wajar. Jadi kami juga ingin sampaikan yang berjalan sekarang ini adalah sistem. Bukan perseorangan,’’ paparnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia