Minggu, 18 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Catat! Pemkot Mojokerto Butuh 900 Tenaga CPNS

Selasa, 23 Jan 2018 23:20 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com)

MOJOKERTO – Setelah bertahun-tahun tanpa penambahan pegawai negeri sipil (PNS), Pemkot Mojokerto bakal mengajukan rekrutmen pegawai sebanyak 900 CPNS. Itu setelah kebijakan jeda moratorium CPNS digulirkan oleh pemerintah pusat.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Endri Agus Subianto, kemarin. ’’Betul. Usulan pengajuan CPNS sudah diteken Bapak Wali Kota. Segera kami akan ajukan ke pusat,’’ ungkapnya.

Ia mengatakan, usulan rekrutmen CPNS yang diajukan sebanyak 900 orang. Angka tersebut didasarkan kebutuhan pegawai yang telah dihitung pihaknya didasarkan jumlah pegawai dan beban kerja yang ada. ’’Usulan 900 orang pegawai. Tapi itu bukan berarti formasi pegawai bagi pemkot. Kalau formasi itu yang menentukan Kementerian PAN-RB,’’ kata dia.

Endri melanjutkan, sejak diberlakukan moratorium pegawai pada tahun 2015 silam, praktis pemkot tidak mengalami penambahan pegawai negeri sipil. Justru, tiap tahunnya mengalami pengurangan karena pensiun dan meninggal. ’’Struktur organisasi yang ada dengan jumlah pegawai yang ada sebenarnya sangat kurang,’’ lanjut dia.

Tahun 2017, pegawai yang pensiun mencapai 87 orang. Tahun ini, jumlah pensiun bertambah hingga 120 orang. Pengurangan pegawai itu belum lagi dari jumlah pegawai yang meninggal. Praktis, hingga kini jumlah pegawai terus menyusut sampai angka 2.778 orang.

Dari 900 usulan CPNS, paling banyak merupakan slot pegawai bagian medis dan tenaga pendidik. Lantaran, sejak moratorium 2015 silam, jumlah pensiun terbesar dari dua bagian tersebut. Setelah itu disusul bagian tenaga teknis dan tenaga umum. ’’Arahan dari pusat agar mengusulkan tenaga medis dan tenaga pendidik sebagai prioritas,’’ sambung Endri Agus.

Sementara itu, Asisten Umum Setdakot Heriyana Dodik Murtono, menyebutkan, pemerintah daerah diminta mengajukan usulan rekrutmen CPNS di tahun 2018. Sedangkan, waktu pelaksanaan rekrutmen diperkirakan setelah pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

’’Informasi dari Sekjend Kemen PAN-RB saat konsultasi pekan lalu, pelaksanaan rekrutmen bakal digelar setelah Pilkada Serentak 2018,’’ sebut dia. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia