Senin, 21 May 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Alat Peraga Bernada Satir Bermunculan di Perkampungan

Selasa, 23 Jan 2018 22:20 | editor : Mochamad Chariris

Alat peraga misterius diamankan di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto.

Alat peraga misterius diamankan di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Dua ratusan umbul-umbul yang tersebar di sejumlah lokasi dicopot Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Selain tak jelas pelaku pemasangan, alat peraga itu juga memuat kalimat bernada satir atau sindiran.

Di antaranya bertuliskan: Banjir?, Lingkungan Kotor?, dan Lowongan Pekerjaan?. Kata-kata itu ditulis di kain warna putih dan menggunakan cat warna hijau dan tanda tanya besar dengan warna merah.

Pemasangan dilakukan di sejumlah titik. Mulai dari kawasan perumahan Griya Permata Meri (GBM) Kelurahan Meri, perumahan Magersari, hingga Gunung Gedangan, terdapat ratusan umbul-umbul yang cukup unik. ’’Memang kita lepas. Karena tidak sesuai dengan aturan,’’ terang Kasatpol PP Kota Mojokerto, Mashudi.

Dikatakan dia, pemasangan umbul-umbul tersebut menempel di pepohonan dan tak sedikit yang nyantol di rambu-rambu lalu lintas. ’’Kita tidak tahu siapa yang memasang itu. Karena, memang tidak ada identitasnya,’’ tegas mantan sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mojokerto ini.

Mashudi menambahkan, pencopotan alat peraga itu tak hanya sekali saja. Satpol PP sebelumnya sudah melepas dan di hari berikutnya kembali bermunculan. ’’Di lokasi yang sama. Setelah kita lepas, ternyata dipasang lagi. Sekarang, ada sekitar 200 an umbul-umbul,’’ terangnya.

Meski dilakukan penyitaan, hingga kemarin petugas satpol PP belum mendapat komplain dari bakal paslon Pilwali Kota Mojokerto. ’’Makanya, kita tidak tahu. Siapa dan tujuannya apa pemasangan umbul-umbul itu,’’ tegas Mashudi.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Mojokerto Elsa Fifajanti menegaskan, pemasangan alat peraga yang dilakukan oleh bakal paslon, bukan wewenang panwaslu. Pasalnya, hingga kemarin, pijakan aturan pemasangan alat peraga kampanye belum diatur.

Sehingga, imbuh Elsa, pemasangan alat peraga masih mengacu pada aturan daerah. Yakni, tentang perda ketertiban umum. ’’Besok pagi (hari ini), kami akan kirim surat ke satpol PP agar melepas seluruh alat peraga yang tidak sesuai dengan aturan perda,’’ paparnya.

Penanganan akan berbeda jika panwas sudah memiliki pijakan hukum. Elsa menyebutkan, paslon akan mendapat jatah pemasangan alat peraga di lokasi yang sudah ditentukan. ’’Karena aturan belum ada, tentunya kita belum punya kewenangan,’’ tutur Elsa.

Terkait dengan alat peraga yang dicopot satpol PP, imbuh Elsa, sudah tepat. Karena, alat peraga tersebut tak beridentitas serta tak mengantongi izin pemasangan.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia