Sabtu, 24 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ning Ita: Dengan Kebahagiaan, Kesejahteraan Mudah Diraih

Selasa, 16 Jan 2018 18:51 | editor : Mochamad Chariris

Ning Ita (dua dari kanan) saat menyapa warga Kota Mojokerto.

Ning Ita (dua dari kanan) saat menyapa warga Kota Mojokerto. (Radar Mojokerto)

NAMA Ika Puspitasari mulai tenar di Kota Mojokerto sejak setahun terakhir. Ia merupakan salah satu kandidat yang masuk dalam bursa pencalonan Wali Kota Mojokerto. Ia menggandeg seorang politisi muda asal PAN, Ahmad Rizal Zakaria. 

Paslon ini mengusung tema, ’’Bekerja Bahagia, Keluarga Sejahtera’’ dalam membangun Kota Mojokerto. Meski terkesan sangat sederhana, namun slogan itu memiliki makna yang sangat dalam. Karena, untuk menuju kebahagiaan, masyarakat kota membutuhkan berbagai fasilitas yang harus diberikan pemerintah.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, perempuan berjilbab yang akrab disapa Ning Ita ini, menceritakan sangat rinci untuk menuju rasa bahagia. ’’Pemerintah harus memberikan fasilitas agar masyarakatnya bisa mencapai kebahagiaan,’’ terangnya singkat.

Ning Ita mencontohkan, jalanan di Kota Mojokerto yang kini sudah mulai padat, seharusnya diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Sehingga, pengguna jalan bisa aman dan nyaman saat berkendara. ’’Bahagia memang abstrak. Tapi, ada parameter yang bisa disiapkan oleh pemda. Tentunya pemda harus memberikan support,’’ ungkap perempuan kelahiran Mojokerto, 12 April 1979 ini.

Infrastruktur jalan harus menjadi salah satu fokus pembangunan. Karena potensi pergerakan ekonomi di Kota Mojokerto hanya di sektor jasa dan perdagangan. Sehingga, dengan pembangunan yang baik, maka distribusi akan semakin lancar.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini, dinilai Ning Ita, justru tak nampak. Padahal, masih banyak lokasi yang harus menjadi fokus pembangunan. Terlebih di kawasan pinggiran kota.

Semisal di kawasan Blooto yang sampai saat ini jarang terjamah oleh pembangunan. ’’Pembangunan hanya di pusat kota. Dan itu pun minim. Padahal infrastruktur menjadi acuan program Nawacita Jokowi,’’ jelasnya.

Pun demikian dengan fasilitas-fasilitas pelayanan masyarakat. Warga kota yang membutuhkan pelayanan di pemerintahan, harus menjadi prioritas. Sehingga, masyarakat tak ada yang merasa terganjal dengan keberadaan birokrasi.

Dengan kebahagiaan, maka kesejahteraan dengan sangat mudah diraih masyarakat kota. ’’Parameternya kebahagiaan sangat jelas. Terpenuhinya seluruh kebutuhan,’’ tegas ibu dua anak ini.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia