Kamis, 26 Apr 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Dua Pelajar SMP Kota Raih Perunggu Karate Nasional

Kamis, 02 Nov 2017 23:20 | editor : Mochamad Chariris

Bagas (kanan) dan Silvia (dua dari kiri), sama-sama mampu membawa pulang medali perunggu di kejuaraan karate nasional.

Bagas (kanan) dan Silvia (dua dari kiri), sama-sama mampu membawa pulang medali perunggu di kejuaraan karate nasional.

MOJOKERTO - Bibit atlet Kota Mojokerto terus bermunculan, tak terkecuali di cabang olahraga (cabor) karate. Seperti dua pelajar dari SMPN 1 Kota Mojokerto, ini Bagas Dwi Prasetyo, 14, dan Sivia Ardiningtias, 14. Keduanya berhasil membawa pulang medali perunggu di event kejuaraan Tora Karate Championship 2017 tingkat nasional. 

Tora Karate Championship merupakan kejuaraan terbuka terbesar di tanah air. Tahun ini, event tersebut dihelat di STEM Akamigas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kejuaraan bergengsi itu diikuti sekitar 2 ribu atlet dari berbagai kelas. Mulai dari kelas usia dini hingga senior.

Sedangkan kontingen dari Kota Mojokerto, diwakili Bagas dan Silvia, yang merupakan atlet karate kelompok usia cadet 14-15 tahun. Tora Karate Championship 2017 digelar pada 27-29 Oktober lalu. Meski bertajuk kejuaraan nasional, namun peserta juga diramaikan oleh sejumlah atlet dari berbagai negara di Asia. Di antaranya Malaysia, Singapura, Papua Nugini, India, hingga Arab Saudi. Kesempatan itu rupanya tidak disia-siakan Bagas dan Silvia.

Bagas yang masuk dalam kelompuk putra kelas usia 14-15 tahun berhasil meraih terbaik ketiga untuk mendapatkan medali perunggu. Pun demikian dengan Silvia. Dia turun di kelas yang sama kategori putri juga mampu menggondol medali perunggu.

Bagas menceritakan, meski belum mampu merengkuh juara terbaik pertama, namun puas atas raihan medali perunggu. Sebab, lawan yang mereka hadapi merupakan perwakilan karateka terbaik dari kontingen di seluruh penjuru Indonesia. ”Apalagi kejuaraan ini (Tora Karate Championship, Red) baru pertama kali saya ikuti,” terangnya.

Untuk bisa mengikuti kompetisi tersebut, lanjut Bagas, harus melalui seleksi berdasarkan prestasi yang pernah diraih sebelumnya. Siswa asal Dusun Banjarmlati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, ini tercatat pernah meraih juara I dalam ajang Kejurda Karate Provinsi Jatim 2016. Kemudian, Juli lalu, dia mendapatkan medali perak dalam perhelatan Kejurnas Karate 2017, di Kota Batu.

Sebelum mencapai semifinal Tora Karate Championship 2017, dia harus lebih dulu menyingkirkan lawan-lawannya pada babak penyisihan. Bagas pun berhasil menyisihkan atlet perwakilan dari Nganjuk dan Kalimantan. Saat menapakkan kaki di semifinal, dia bertemu atlet tuan rumah dari Cepu, Kabupaten Blora.

Dalam durasi pertandingan yang berlangsung dua menit itu, baik Bagas maupun lawannya sama-sama belum mendapat poin alias 0-0. ”Hingga akhirnya kemenangan harus ditentukan oleh juri,” paparnya. Hasil penilaian dari empat dewan juri saat itu menyatakan, bahwa atlet yang berhasil lolos ke final adalah perwakilan dari Cepu.

Sedangkan Bagas harus puas meraih terbaik ketiga dengan raihan medali perunggu. Senada dengan itu. Di babak semifinal Silvia harus mengakui keunggulan atlet putri perwakilan dari Bali.

Dia mengaku terkendala akibat kondisi kebugaran fisik. Sebab, di tengah pertandingan, dia merasa kelelahan. ”Nggak tahu, saat itu cukup ngos-ngosan,” jelasnya. Pantas saja, karena pertandingan semifinal itu merupakan pertandingan ketiga kalinya yang berlangsung di hari yang sama. Siswi kelahiran 20 April tahun 2003 ini mengaku sebelum tampil dalam kejuaraan Tora Karate Championship sudah melakukan persiapan sebaik mungkin.

Selain menggenjot latihan rutin selama lima hari dalam sepekan, dia juga menambah porsi latihan saat malam hari. ”Sebelum berangkat perlombaan, saya tambah waktu latihan malam selama empat hari berturut-turut,” ucap siswi yang menekuni karate sejak kelas IV SD itu.  

Meski belum bisa mendapat juara terbaik, ajang tersebut menjadi bekal tersendiri baginya. Bahkan, dia semakit terdorong untuk berlatih lebih keras lagi demi mengejar prestasi yang lebih tinggi. Terlebih, anak pertama dari pasangan Bahrudin dan Eni Maisyaroh ini bercita-cita ingin bisa tampil di ajang internasional. ”Pinginnya nanti bisa ikut Sea Games mewakili Indonesia,” pungkas Silvia.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia