Minggu, 25 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Nurma Berhasil Sodok ke Empat Besar, Raih Medali Perunggu

Rabu, 01 Nov 2017 21:10 | editor : Mochamad Chariris

Nurma (kiri) setelah menembus empat besar Kejurprov biliar Jatim, Minggu (29/10).

Nurma (kiri) setelah menembus empat besar Kejurprov biliar Jatim, Minggu (29/10). (POBSI Kota Mojokerto for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Misi menembus peringkat lima besar di Kejurprov biliar Jawa Timur (Jatim) sukses ditorehkan pebiliar Kota Mojokerto. Menghadapi 114 pebiliar se-Jatim, satu dari lima pebiliar berhasil menembus posisi empat besar dan berhak merengkuh medali perunggu.

Nurma, satu-satunya pebiliar putri Kota Onde-Onde ini cukup tangguh saat turun di nomor 9 ball putri meski banyak menghadapi lawan senior. Hasil tersebut sekaligus membuka kans Nurma merebut medali emas di Porprov yang akan berlangsung 2019 mendatang.

Sebelumnya, Pengkot POBSI Mojokerto memilih empat atletnya untuk turun di kejuaraan bergengsi nomor dua se-provinsi di Kejurprov Biliar Jatim, pada 28-29 Oktober lalu. Mereka terdiri dari tiga pebiliar putra, yakni Adi, Wandana, serta Sancahadi. Sedangkan satu pebiliar lain diisi nurma yang turun sebagai pebiliar putri.

Tak tanggung-tanggung, POBSI menargetkan keempat anak asuhnya mampu menembus peringat lima besar Jatim. Untuk memenuhi target itu, latihan keras ditempa POBSI selama sebulan penuh. Bahkan, untuk menambah kualitas dan kuantitas skill, POBSI sengaja menambah intensitas setiap harinya.

Cara tersebut dilakukan sekaligus untuk membiasakan kekuatan mental dan fisik atlet dalam situasi persaingan yang begitu sengit. Namun, hasilnya, hanya Nurma yang mampu menembus empat besar. Sedangkan, dari tiga pebiliar putra, hanya Wandana sukses menembus 16 besar.

Ketua Harian Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengakui, pebiliar putra butuh lebih banyak tempaan dan jadwal pertandingan. Sebab, persaingan di level putra paling sengit jika dibandingkan dengan putri. Hanya saja, konsentrasi pembinaan memang lebih difokuskan kepada atlet yang berpeluang masuk ke porprov.

Sehingga, Nurma menjadi aset penting lantaran usianya yang masih di bawah 19 tahun. ’’Untuk yang putra usianya sudah melebihi usia produktif porprov. Yang masih berpeluang hanya Nurma,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia