Sabtu, 21 Apr 2018
radarmojokerto
icon featured
Ekonomi

Harga Beras Medium dan Ayam Kampung Bikin Resah

Senin, 23 Oct 2017 14:05 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com)

MOJOKERTO – Akhir-akhir ini harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto bikin resah konsumen dan masyarakat. Harga komoditas bahan pokok yang paling terasa adalah beras jenis IR 64 atau kelas medium.

Rata-rata para pedagang menjual Rp 9.000 hingga Rp 9.300 per kg. Sedangkan, untuk beras kualitas baik atau bramu jenis bengawan dijual Rp 9.700 sampai Rp 10.300 per kg. Masih mahalnya harga jual kebutuhan pangan ini diprediksi dipengaruhi oleh anomali cuaca dan minimnya masa panen di tingkat petani. Termasuk ancaman hama yang merusak padi dan mengurangi volume panen padi di beberapa daerah penyuplai beras.

”Harga itu terpantau di empat pasar tradisional Kabupaten Mojokerto,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (23/10). Sebelumnya, rata-rata penjualan beras jenis medium di pasar tradisional masih terpantau di kisaran Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kg. Sedangkan untuk kualitas super di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 11.000.

Bambang menyebutkan, harga beras yang terpantau hingga Senin (23/10) ini ada di Pasar Kedungmaling Kecamatan Sooko, Pasar Legi Kecamatan Mojosari, Gempolkrep Kecamatan Gedeg dan Pohjejer Kecamatan Gondang. ”Minggu kemarin untuk jenis medium rata-rata dijual Rp 9.150. Sementara, kualitas baik dijual Rp rata-rata 10.275 per kg,” paparnya.

Masih mahalnya harga kebutuhan pangan lain juga terasa pada daging ayam. Khususnya jenis ayam kampung. Bambang menyebutkan, saat ini, harga daging ayam non-broiler dijual Rp 50.000 sampai Rp 55.000 per kg. Harga jual tertinggi itu ada di Pasar Kedungmaling dan Pasar Pohjejer. Dengan demikian, harga daging ayam kampung tersebut dapat dibilang sudah menembus separo dari harga daging sapi, yakni Rp 99.000 sampai Rp 100.000 per kg.

”Lain halnya dengan harga daging ayam broiler. Rata-rata pedagang masih menjual di atas Rp 27 hingga Rp 28 ribu,” tambahnya. Atas kondisi ini, disperindag, kata Bambang, akan terus melakukan pemantauan harga dari hulu hingga hilir pemasaran. Termasuk menelusuri penyabab masih mahalnya harga jual beras dan daging ayam kampung di pasaran. ”Rutin kita pantau untuk stabilisasi. Semoga saja dalam waktu dekat harganya kembali normal,” pungkasnya.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia