Kamis, 14 Dec 2017
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Slank-Mensos Duet Perangi Narkoba

Selasa, 19 Sep 2017 14:00 | editor : Mochamad Chariris

Vokalis Slank Kaka dan Mensos Khofifah Indar Parawansah satu panggung kampanye perangi narkoba di Ponpes Amanatul Umah, Kembangbelor, Kec. Pacet, Minggu (17/09) malam.

Vokalis Slank Kaka dan Mensos Khofifah Indar Parawansah satu panggung kampanye perangi narkoba di Ponpes Amanatul Umah, Kembangbelor, Kec. Pacet, Minggu (17/09) malam. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Maraknya penyalahgunaan narkoba semakin menggugah grup band Slank untuk terus memeranginya. Itu disampaikan dalam lawatannya ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Minggu (17/9) malam.

Bahkan, dalam kesempatan tersebut, band yang digawangi Bimo Setiawan atau yang akrab disapa Bimbim itu tampil satu panggung dengan Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa, yang kebetulan sedang kunjungan kerja di Kabupaten Mojokerto. Selain bernyayi, mereka juga berduet untuk berkampanye tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Di atas panggung, Mensos dan Slank menyanyikan lagu ’’Ku Tak Bisa’’ ciptaan Bimbim.

Slank yang didapuk sebagai Duta Santri melakukan kunjungan yang dikemas Silaturahmi Merajut Kebangsaan ke Ponpes Amanatul Umah. Agenda tersebut merupakan tujuan terakhir setelah melakukan kunjungan di tiga ponpes di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dalam konser berdurasi sekitar 1,5 jam itu, dipadati ribuan Slankers dari berbagai daerah. Tak ketinggalan, santri Ponpes Amanatul Ummah juga memenuhi area tepat di depan panggung. Di sela penampilannya, vokaslis Slank, Kaka, memberi pesan kepada ribuan penonton agar menjauhi narkoba. ’’Slankers yang baik tidak memakai narkoba dan mencari rezeki halal dengan tidak melakukan korupsi,’’ singgung pria kelahiran 10 Maret 1974 itu.

Berbeda dengan aksi panggung pada umumnya. Dalam penampilannya kali ini diselingi dengan tausiah kebangsaan oleh Dr. Zastrow Al Ngatawi. Bahkan, menjelang berakhirnya pertunjukan, Slank mengajak Mensos Khofifah untuk berduet di atas panggung.

Khofifah mengaku baru kali pertama tampil satu panggung dengan band yang terbentuk sejak 1983 itu. Menurutnya, Slank merupakan salah satu role model dan bisa dijadikan referensi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menjauhi narkoba. Sebab, beberapa personel seperti Kaka dan Bimbim pernah menjadi pecandu narkoba. ’’Tetapi kemudian ada kesadaran kolektif dari tim dan bersama-sama berbalik menjadi juru kampanye untuk mengajak siapa pun di negeri ini untuk say no to drugs,’’ terangnya.

Sehingga, pengalaman tersebut secara tidak langsung bisa dijadikan bahan pelajaran terbaik meraka yang masih bergelut dengan narkoba. Menurut Khofifah, Slank juga mampu diterima pada segmen mana pun, tak terkecuali di kalangan anak muda. ’’Langkah preventif dan kuratif melalui musik, akan jauh lebih efektif bagi segmentasi anak-anak muda dan bagi pesantren,’’ ujarnya.

Menanggapi kasus penyalahgunaan narkoba yang semakin marak terjadi, Mensos mengimbau kepada generasi penerus agar tidak mencoba menggunakannya. ’’Sekali mencoba akan ketagihan, sekali ketagihan sama dengan menjemput kematian,’’ pungkas dia.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia