Selasa, 17 Oct 2017
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Daging Sapi

Selasa, 19 Sep 2017 12:31 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com)

MOJOKERTO - Unitreskrim Polsek Sooko meringkus komplotan pencurian daging sapi hingga penadah di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dua pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) ini melibatkan Sariyan,  54, warga Dusun Kalanganyar, Desa Kedungbetik,  Kacamatan Kesamben,  Kabupaten Jombang, dan Yanuar Pribadi, 52, warga Dusun/Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko.

Sedangkan, Darwis Fajar, 36, warga Desa Kedungbetik, Kacamatan Kesamben,  Kabupaten Jombang, diduga berperan sebagai penadah daging curian. Ketiganya diringkus petugas setelah melakukan pencurian daging milik Wahyudi Iswanto, 54, agen daging sapi asal Desa Kedungmaling, juga mantan Bupati Mojokerto periode 2008-2010.

’’Katiganya terbukti bekerja sama melakukan tindak pidana pencurian daging,’’ kata Kasubbaghumas Polres Mojokerto, AKP Sutarto Senin (18/9). Menurutnya, kasus pencurian dilakukan Sariyan terbongkar setelah korban mencurigai daging sapi yang diterima pedagang di pasar Kedungmaling tak sesuai jumlah kiriman dan pesanan. Sariyan diketahui sebagai salah satu satu karyawan Wahyudi Iswanto.

’’Atas dasar itu, kasus pencurian itu dilaporkan korban ke Polsek Sooko,’’ tuturnya. Setelah dilakukan penyelidikan, praktik pencurian daging sapi ini akhirnya terbongkar. Sariyan sebagai pengirim daging sapi milik Wahyudi Iswanto ke para pedagang daging di pasar, diam-diam menyisihkan beberapa kilogram (kg). Daging-daging itu disimpan di Motor Tossa Nopol S 9557 RA, sekaligus sebagai moda transportasi untuk mengangkut daging.

Tak berhenti sampai di situ. Daging seberat 7 kg yang disisahkan Sariyan juga diserahkan kepada Yanuar, pelaku lain di Jalan Raya Desa Sambiroto, Kecamatan Sokoo. Setelah drama pencurian berantai ini diketahui, Senin (18/9) sekitar pukul 04.00, keduanya ditangkap petugas. ’’Saat proses transaksi itu, dua pelaku ditangkap,’’ ungkapnya. Bersama terangka, barang bukti hasil kejahatan turut diamankan.

Di antaranya, 7 kg daging sapi, 2 unit handphone, dua sepeda Motor Honda Vario Nopol S 5198 ZR dan S 5099 TV , serta Motor Tossa Nopol S 9557 RA. Selang beberapa jam, setelah dilakukan pengembangan, Darwis Fajar, sebagai penadah turut dibekuk polisi. ’’Hasil pengakuan tersangka, praktik ini sudah berlangsung dua bulan,’’ tuturnya. Sutarto menambahkan, selama satu minggu, komplotan tersangka bisa beraksi hingga lima kali. Sekali transaksi daging hasil curian, 5-6 kg daging dijual dengan harga  Rp 200 ribu.

’’Sedangkan, uang ahsil penjualan dibagi tiga orang,’’ tandasnya. Oleh polisi, Sariyan dan Yanuar dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Sedangkan Darwis, dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadah. ’’Dengan ancaman pidana, sama-sama 6 tahun penjara,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia