Rabu, 18 Oct 2017
radarmojokerto
icon featured
Features
Ahmad Albar Kolektor HPLawas

Lima Handphone Rusak Dirakit Jadi Satu Unit

Senin, 11 Sep 2017 21:00 | editor : Mochamad Chariris

Ahmad Albar menunjukkan handphone zadul koleksinya di rumahnya Desa Japan, Sooko, Mojokerto

Ahmad Albar menunjukkan handphone zadul koleksinya di rumahnya Desa Japan, Sooko, Mojokerto (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

DI tengah derasnya gelombang teknologi informasi (IT), tak lantas membuat Ahmad Albar tertarik. Warga Dusun Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto, itu malah mengoleksi handphone (HP) zaman dulu (zadul). Selama enam tahun, ratusan alat komunikasi unik dan klasik ini berhasil dikumpulkan.

Siang itu, saat Jawa Pos Radar Mojokerto berkunjung di lapak sekaligus rumahnya, pria kelahiran 1982 itu sibuk menata ratusan HP yang kini sudah jarang ditemui alias langka. Ya, meski ada beberapa yang sengaja diperjualbelikan, tak sedikit HP berumur puluhan tahun turut jadi koleksi pribadi. ’’Sejak 2011 saya memang suka koleksi HP zadul seperti ini,’’ ujar Ahmad Albar di sela kesibukan membersihkan HP koleksinya.

Sekarang, sudah ada 100 lebih HP berbagai merek dikoleksi. Di dalamnya dianggap memiliki kesan klasik, unik, dan antik. ’’Tipenya bermacam-macam. Mulai dari layar tidak berwarna, desain besar, hingga berantena,’’ katanya. HP keluaran lama dianggap lebih kuat dari era smartphone saat ini. Mulai dari kekuatan baterai, cassing, mesin, dan komponen lainnya. Kondisi itulah yang membutnya terus ketagihan mengoleksi. ’’Sekarang malah ada kesan dan kebanggaan,’’ tuturnya bangga.

Bapak empat anak ini menceritakan, sebelum menjadi kolektor, dia sekadar sebagai penjual HP. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai ada ketertarikan menjadi kolektor. ’’Jadi, dengan HP seperti ini (jadul, Red), saya bisa flas back. Saat saya punya HP layarnya tidak berwarna misalnya,’’ tuturnya.

Sebab, di tengah gencarnya masyarakat sedang memburu beragam smartphone baru, dia malah mempunyai sesuatu yang langka. Apalagi, belakangan ini mulai sulit didapat di pasaran. Albar menganggap, memang produk keluaran lama, dalam rentang waktu lima tahun ini sudah ditinggalkan.

’’Lumayan bisa dibuat investasi jangka panjang. Ya, karena HP-HP seperti ini sekarang jadi barang antik, klasik dan unik,’’ bebernya didampingi sang istri, Nuril Rohmania. Ibarat sepeda tua atau perang. Di tengah perkembangan zaman, sepeda dengan desain baru dan beragam, sepeda tua justru jadi buruan. Hingga bermunculan komunitas ontelis. ’’Sama halnya dengan HP. Bisa dipastikan akan seperti itu. Sekarang saja sudah mulai bermunculan komunitas HP zadul. Lima tahun lagi pasti sudah banyak lagi,’’ katanya.

Belakangan, komunitas pemakai HP zadul seringkali mendatangi rumahnya. Sekadar kopdar (kopi darat), sharing dan diskusi pengetahuan seputar HP lawas. Selain itu, dia seringkali bertemu dengan sesama kolektor. ’’Mengalir saja. Kadang, ada lima HP rusak kita ambil bagian-bagian yang masih berfungsi. Kemudian dirakit ulang jadi satu HP,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia