Sabtu, 24 Feb 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Serapan Gabah Petani oleh Bulog Meleset

Rabu, 30 Aug 2017 10:00 | editor : Mochamad Chariris

Pimpin TNI-Polri Mojokerto dan Jombang mengecek gundang logistik Bulog Subdivre Surabaya Selatan.

Pimpin TNI-Polri Mojokerto dan Jombang mengecek gundang logistik Bulog Subdivre Surabaya Selatan. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Paceklik serapan gabah dan beras dari petani ke Bulog di beberapa daerah ternyata juga melanda Bulog Subdivre Surabaya Selatan. Betapa tidak, dari total target 95 ribu ton gabah dan beras di tahun 2017, instansi urusan logistik dan pangan membawahi Mojokerto dan Jombang ini hanya mampu menyerap tak kurang dari 37,9 persen atau setara 35 ribu ton sejak awal tahun.

Jumlah tersebut dirasa sangat kurang, mengingat pasokan kebutuhan beras masyarakat untuk beberapa bulan ke depan terus menipis. Kondisi ini pun yang menjadi atensi Bulog yang kembali merestrukturisasi kebijakan guna memenuhi target serapan.

Salah satunya adalah dengan retarget serapan gabah dan beras sebesar 10 ribu ton gabah, serta beras jangka waktu selama empat bulan ke depan. Retarget serapan tersebut dipilih untuk menggenjot bertambahnya pasokan beras di stok pangan tahun 2018 nanti.

Kabulog Subdivre Surabaya Selatan, Arsyad mengatakan, hingga semester kedua dimulai, target serapan gabah beras di wilayah Mojokerto dan Jombang tahun 2017 memang masih jauh dari perkiraan. Yakni, tak kurang dari 40 persen dari total target serapan beras petani di dua wilayah tersebut. Diakuinya, belum tercapainya target serapan tak lepas dari kompleksitas faktor yang memengaruhi.

Yakni, serangan hama wereng yang menjalar hampir di seluruh kawasan pertanian hingga kondisi cuaca yang tak menentu. ’’Ya, memang kondisi panenan sekarang memang sudah sangat menipis. Beberapa daerah juga terserang hama dan cuaca yang tidak teratur. Tapi, masih kita upayakan untuk menyerap setiap hari, baik melalui mitra kerja maupun satker (satuan kerja),’’ terangnya.

Kondisi tersebut yang diakui Bulog tak bisa dielakkan. Agar serapan bisa terus berlangsung, Bulog kembali mengatur target serapan atau retargeting menyesuaikan kondisi pertanian di Mojokerto dan Jombang. Yakni, hanya membenani 10 ribu ton target pembelian gabah dan beras untuk 4 bulan waktu tersisa.

Jumlah itu turun sebesar 50 ribu ton dari sisa serapan yang kurang 60 ton dari target awal. ’’Untuk sementara kita sudah bisa memenuhi seribu ton dari target ulang sebesar 10 ribu ton. Target itu untuk empat bulan ke depan,’’ ungkapnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia