Jumat, 20 Oct 2017
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengusaha Properti Ini Dieksekusi di Hutan Jati

Sabtu, 12 Aug 2017 14:00 | editor : Mochamad Chariris

Foto Luluk Diana saat mengenakan jilbab.

Foto Luluk Diana saat mengenakan jilbab. (Jawa Pos for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Selasa (8/8), selepas transaksi pencairan uang Rp 150 juta di Bank BCA Cabang Mojokerto, Luluk Diana yang mengenakan kaus warna pink bercelana jins biru, keluar bank dan menuju mobilnya.

Mobil yang dikendarai bersama pelaku pembunuhan, TS, kemudian berencana balik menuju Gresik melintasi kawasan Jalan Raya Jetis, Kabupaten Mojokerto. Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, diduga, selama dalam perjalanan pulang itulah, TS merencanakan perampokan. Yakni, ingin menguasai uang Rp 150 juta dari tangan Luluk Diana. ”Sampai akhirnya terjadi pembunuhan dan perampokan itu,” papar sumber ini.

Lantas di mana lokasi TS mengeksekusi Luluk Diana? Dia mengatakan, pelaku diduga kuat menghabisi pengusaha properti dan kavling tanah ini sendirian di jalan sekitaran hutan jati Watublorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

”Ya, dia (TS, Red) mengeksekusi korban di situ (Watublorok, Red). Dan itu dilakukan sendirian,” lanjutnya.  Luluk tewas dengan luka tembak menggunakan senpi berisi proyektil berdiameter 12 mm. Melihat korbannya meregang nyawa, TS lantas meninggalkan istri kades ini tergeletak di dalam hutan.

Hingga akhirnya korban ditemukan salah satu warga pada pukul 14.00. Sementara, untuk menghilangkan jejak, TS sengaja membawa mobil korban ke kawasan Krian, Sidoarjo.

Dia kemudian memilih mencuci mobi lebih dulu sebelum akhirnya ditemukan terparkir di area parkir Pasar Sapi Krian. Atau berkisara dua jam pasca penemuan jasad Luluk Diana. ”Jadi, sepertinya, perampokan disertai pembunuhan ini dilakukan oleh pelaku sendirian,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Bangun Mangera menyatakan, sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan resmi perihal kronologi pencairan uang berujung pembunuhan tersebut. ”Tapi, secara logika, setiap bank memang dilengkapi CCTV. Cuma, seperti apa jelasnya, kami belum menerima laporan,” katanya.

Dia juga belum dapat memastikan keberadaan TS, apakah sebagai pelaku tunggal atau melibatkan orang lain. Sebab, sampai saat ini, pasca penangkapan TS di Ngantang, Malang, Direskrimum Polda Jatim bersama Pomal Lantamal V Surabaya masih terus mengembangkan. ”Ya, nanti kami sampaikan perkembangannya,” pungkas Bangun Mangera. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia