Rabu, 18 Oct 2017
radarmojokerto
icon featured
Ekonomi

Byuh-byuh...Satu Garam Bata setara Harga Beras

Senin, 31 Jul 2017 20:00 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto menyatakan, kenaikan harga garam sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh menurunnya produktifitas garam di tingkat produsen.

"Seperti di daerah Madura sebagai daerah produsen garam. Petani garam terkendala karena faktor cuaca," terangnya Senin (31/7). Dengan demikian, distribusi garam ke pasaran menjadi kurang maksimal.

Bambang menyebut, pihaknya telah melakukan pemantauan dengan sidak di tingkat distributor di Kabupaten Mojolerto. "Sampai hari ini, kami belum menemukan pihak-pihak yang melakukan penimbunan. Jadi, karena faktor produksi yang terbatas itu membuat naiknya harga garam," tandasnya.

Sekadar diketahui, harga garam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto terus merangkak naik. Hingga hari, Senin (31/1), garam halus beryodium menembus Rp 35 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 6 ribu per kg. Sedangkan, garam bata atau kasar naik dari sebelumnya Rp 3.500 menjadi Rp 8 ribu per buah. Harga tersebut dengan harga jual beras kelas medium.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia