Senin, 23 Oct 2017
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Redi Ubah Strategi, Ini Bocorannya

Kamis, 27 Jul 2017 18:00 | editor : Mochamad Chariris

PSMP saat meladeni Perssu Real Madura di babak penyisihan grup 6 Liga 2.

PSMP saat meladeni Perssu Real Madura di babak penyisihan grup 6 Liga 2. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Perombakan besar-besaran oleh tim pelatih PS Mojokerto Putra (PSMP) jelang tour tandang superberat putaran kedua babak penyisihan grup Jumat (28/7) dan Selasa (1/8) nanti, ternyata cukup terlihat di beberapa lini.

Tak terkecuali lini depan sebagai ujung tombak sekaligus penentu kemenangan tim dalam upaya merebut tiket lolos ke babak 16 besar. Perubahan strategi dan pola formasi digelorakan tim pelatih dalam menghadapi dua tim pesaing berat, Kalteng Putra dan Persik Kediri.

Sebagai kejutan awal, tim pelatih The Lasmojo kini mulai mencoba efektifitas permainan hanya dengan menggunakan satu striker dalam menciptakan peluang dan gol. Kondisi itu berbeda dengan komposisi sebelumnya yang selalu memasang dua striker dalam menggempur pertahanan lawan.

Redi Suprianto, pelatih PSMP menyatakan, untuk bisa menahan gempuran Kalteng Putra dan Persik, pihaknya tak perlu butuh banyak pemain, terutama striker. Hal itu yang akan dibuktikan dengan hanya mengandalkan satu striker murni. ’’Karena berubah formasi komposisi pemain pun juga berbeda. Nanti kita hanya butuh satu striker saja agar permainan lebih efektif,’’ terangnya.

Ya, perombakan cukup mencolok ini memang tak bisa dilepaskan dari perubahan formasi dan strategi yang akan diterapkan PSMP di pertandingan nanti. Betapa tidak, langkah berani ditunjukkan tim pelatih dengan mencoba formasi baru 3-4-1-2 yang diterapkan di dua pertandingan sekaligus.

Formasi baru itu menggantikan pola 4-4-2 yang dipatenkan sebagai formasi andalan PSMP sejak putaran pertama lalu.  Padahal, formasi 3-4-1-2 cukup asing ditelinga pemain sejak awal pembentukan tim hingga pertengahan perjalanan kompetisi. Bahkan, dalam momentum uji coba pun, tak pernah sekalipun formasi tersbeut dipakai atau diterapkan di lapangan hijau. Ditanya soal itu, Redi mengaku punya argumentasi kuat yang dinilai mampu mencuri poin di kandang lawan.

Pertama, dengan dipasangnya tiga center bek sekaligus, otomatis pertahanan The Lasmojo tak mudah ditembus. Masing-masing Djayusman Triasdi, Mujib Ridwan dan Ade secara bersamaan dalam menjaga gawang PSMP dari serangan lawan. Lalu, tiga lapis susunan pemain di depan bek juga cukup mempengaruhi serangan tim lawan.

Sebab, sebelum mendekati kotak pinalti PSMP, baik Kalteng Putra maupun Persik harus lebih dulu melewati tiga susunan pemain itu, sehingga mereka cukup kerepotan dari segi fisik maupun teknik permainan. Lalu, terakhir adalah pemasangan satu striker murni yang dinilai cukup efektif dalam membuka benteng pertahanan lawan.

Satu pemain lain nantinya akan dipasang sebagai second striker membantu playmaker dalam mengatur serangan. Mereka juga akan dibantu dua pemain sayap yang siap naik dan turun dalam membantu serangan. ’’Tidak bisa kita pasang Indra dan Isa secara langsung. Bisa jadi, Isa dimainkan lebih dulu, baru setelah itu Indra. Kita lihat yang kondisinya lebih fit, itu yang kita mainkan,’’ terangnya.

Namun demikian, Redi tidak berani berjanji pola tersebut menjamin kemenangan dan meraup poin sebanyak-banyaknya bagi timnya. Sebab, target itu semua bergantung pada situasi dan kondisi di lapangan saat pertandingan berjalan. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan komposisi tim terbaik yang akan diboyong menuju Palangkaraya dan Kediri. ’’Tergantung situasi. Kalau kondisi di sana cukup menguntungkan, ya pastinya kita mampu meraih kemenangan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia