Jumat, 22 Sep 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Karu-Karom Dituntut Siap Hadapi Problem di Tanah Suci

Senin, 17 Jul 2017 18:29 | editor : Mochamad Chariris

Kepala Kemenag Kab. Mojokerto, Barnoto menyampaikan materi pembekalan kepada karu-karom di IPHI, Jabon, Mojoanyar, Mojokerto, Senin (17/7).

Kepala Kemenag Kab. Mojokerto, Barnoto menyampaikan materi pembekalan kepada karu-karom di IPHI, Jabon, Mojoanyar, Mojokerto, Senin (17/7). (Moch. Chariris/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menggelar pemantapan dan pelatihan bagi ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) di Gedung IPHI Jalan Raya Jabon Mojoanyar, Senin (17/7). Kegiatan ini diisi narasumber dari  Kanwil Kemenag Jatim dan Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Barnoto mengatakan, jumlah peserta terdiri atas 17 karom dan 161 orang karu. Mereka digembleng seputar materi haji, manasik haji, kesehatan, dan penanganan kasus-kasus haji. Dari pemberangkatan sampai pemulangan. Jumlah calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto tahun ini sebanyak 1.878 orang. ”Mereka terbagi dalam empat kloter utuh dan satu kloter gabungan,’’ ujar Barnoto.

Menurutnya, keberadaan karom dan karu sangat penting demi menjaga keutuhan anggota, membantu petugas kloter, dan menyampaikan informasi kepada jamaah. Seorang karom bertanggung jawab pada empat regu atau 45 orang, sedangkan karu memimpin 10 jamaah. ’’Dalam satu kloter dengan 445 jamaah dibagi dalam 10 karom dan 40 regu,” tuturnya

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali menambahkan, dari pembekalan ini diharapkan peserta dapat menyiapkan diri menghadapi kemungkinan yang dialami jamaah saat di Tanah Suci. Baik ketika di Arafah, Makkah, maupun selama menjalani masa Arbain di Madinah. ”Yang perlu dipersiapkan bagaimana penanganannya berdasarkan kasus-kasus yang pernah terjadi,’’tandas Ali.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia