Jumat, 22 Sep 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Tak Mengajar, Guru di SDN Kesiman Pun Kebingungan

Senin, 17 Jul 2017 20:00 | editor : Mochamad Chariris

Guru SDN Kesiman, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto mempersiapkan ruang kelas V, Senin (17/7).

Guru SDN Kesiman, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto mempersiapkan ruang kelas V, Senin (17/7). (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kekosongan di lima dari enam kelas di SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto membuat pihak sekolah melakukan perombakan kepada tenaga pengajar atau guru. Hal itu dilakukan agar mereka tetap mendapatkan jam mengajar.

Kepala SDN Kesiman, Wiyono mengatakan, jumlah tenaga pendidik di SDN Kesiman selama ini hanya enam orang. Rinciannya, terdiri atas tiga guru pegawai negeri sipil (PNS), termasuk kepala sekolah, dan tiga guru tidak tetap (GTT). ”Namun, karena tidak ada siswa di kelas, mungkin kita akan merombaknya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto Senin (17/7).

Sebab, guru yang berstatus PNS tersebut sebagai guru kelas. Sementara, kelas yang di dalamnya ada siswanya hanya satu ruang kelas saja. Yakni, di kelas V. Sedangkan di kelas I, II, III, IV dan VI tanpa satupun siswa bersekolah di lembaga pendidikan negeri ini.

Agar tetap mendapat jam mengajar, otomatis, salah satu dari guru kelas harus mengajar ke sekolah lain. "Karena di kelas kan sudah terlanjur tidak ada siswanya," katanya. Sementara itu, tiga GTT merupakan pengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam, olahraga, dan bahasa Inggris. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia