Jumat, 22 Sep 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Kecolongan, BPCB Anggap Pemidahan Peti Mati Tak Beretika

Senin, 17 Jul 2017 12:00 | editor : Mochamad Chariris

Prosesi pemindahan peti mati dari Candi Brahu ke Sumur Upas Trowulan, Mojokerto, Minggu (16/7).

Prosesi pemindahan peti mati dari Candi Brahu ke Sumur Upas Trowulan, Mojokerto, Minggu (16/7). (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Langkah Save Trowulan memindahkan paksa lima kerangka manusia dari Candi Brahu, Desa Bejijong, ke Sumur Upas Desa Kedaton, Kecamatan Trowulan, membuat BPCB Jatim di Trowulan kecolongan. 

’’Saya kira, hanya ritual biasa. Ternyata, sampai memindahkan ke lokasi ini,’’ kata Kasi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Jatim, Edi Widodo. Izin ritual pada Minggu (16/7) pagi ini disampaikan Save Trowulan ke Disparpora Kabupaten Mojokerto ini. 

Meski sampai saat ini masih belum diketahui secara jelas atas status kerangka manusia itu, namun Edi menilai, semua pelaku ritual harus memiliki etika dan cara dalam menjalankan ritualnya. Sehingga, tak sampai memindahkan benda cagar budaya. ’’Memang ini tak sesuai aturan. Tapi, ya sudahlah. Ini menjadi pelajaran kita semua. Dan ke depan, tidak sampai terjadi lagi,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, lima peti mati yang selama ini berada di salah satu sudut Situs Sumur Upas, mendadak diusung sejumlah orang pelaku ritual, 5 Mei lalu. Peti berisi tulang belulang yang disinyalir merupakan peninggalan benda cagar budaya itu, disempurnakan ke Candi Brahu, Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Trowulan.

Prosesi ini dihadiri Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Bupati Bangli I Made Gianyar. Prosesi memindahkan benda cagar budaya itu berlangsung cukup khidmat. Diangkut menggunakan truk, lima peti tersebut melaju ke kawasan Bejijong.

Prosesi ini dikecam banyak kalangan. Salah satunya Ketua Pemerhati Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis. Kata dia, memindahkan atau menguasai benda cagar budaya merupakan pelanggaran hukum yang sangat kasat mata.Sehingga, BPCB yang berwenang, didesak segera turun untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia