Rabu, 20 Sep 2017
radarmojokerto
Mojokerto

Lima Kerangka Manusia Dikembalikan Paksa

Senin, 17 Jul 2017 09:52 | editor : Mochamad Chariris

Save Trowulan saat memindahkan peti jenazah dari Candi Brahu ke Sumur Upas Trowulan, Minggu (16/7).

Save Trowulan saat memindahkan peti jenazah dari Candi Brahu ke Sumur Upas Trowulan, Minggu (16/7). (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Lima kerangka manusia yang dipindahkan dari Sumur Upas, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, ke Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mei lalu oleh sejumlah pelaku ritual, akhirnya dikembalikan ke lokasi semula, Minggu (16/7) pagi. Pengembalian ini yang dilakukan para pemerhati dan peduli budaya Majapahit, yang tergabung dalam Save Trowulan.

Prosesi pengembalian ini pun berlangsung cukup sakral. Diawali dengan proses ritual, satu per satu peti berisi tulang belulang itu pun akhirnya diturunkan oleh petugas BPCB. Sesampai di luar candi, Save Trowulan langsung memanggulnya. Dari lokasi Candi Brahu, puluhan orang ini mengawal pengembalian peti jenazah dengan berjalan kaki. Jarak antara Candi Brahu ke candi yang dikenal warga Situs Kedaton ini mencapai hampir 5 kilometer.

Ketua Save Trowulan Eko Prasetyo, menuturkan, pengembalian peti jenazah ini sebagai salah bentuk perhatiannya terhadap budaya Majapahit. ’’Kami sangat prihatin dengan sikap pelaku ritual itu. Memindahkan benda cagar budaya ini harus mendapat izin dari yang berhak. Sementara, ini dilakukan secara ilegal,’’ papar dia.

Akibatnya, Candi Brahu yang selama ini menjadi salah satu primadona wisatawan, mendadak berubah. Suasana sudah tak lagi nyaman. ’’Setelah ini, kami akan menyucikan Candi Brahu,’’ tegasnya. Penyucian candi yang dikenal sebagai lokasi krematorium di era Majapahit ini, karena lokasi ini dianggap telah tak suci lagi. ’’Teman-teman pelaku ritual menganggap lokasi ini sudah tak suci. Makanya, harus ada proses untuk kembali menyucikannya,’’ tegas pria berambut gondrong ini.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia