Kamis, 21 Sep 2017
radarmojokerto
Journey

Memburu Blue Fire di Kawah Ijen, Ini Gambarnya

Jumat, 14 Jul 2017 13:00 | editor : Mochamad Chariris

Fenomena blu fire selalu jadi idola pengunjung di puncak Gunung Ijen.

Fenomena blu fire selalu jadi idola pengunjung di puncak Gunung Ijen. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Terletak di ketinggian 2443 mdpl, Kawah Ijen memiliki pesona khas yang tak ada duanya di Indonesia, yaitu Blue Fire. Blue Fire adalah suatu keajaiban alam yang terbentuk dalam kawah Ijen berupa api dalam kawah berwarna biru.

Kawasan wisata Kawah ijen terletak di Puncak Gunung Ijen di wilayah kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso. Gunung Ijen merupakan gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 2443 mdpl. Dan termasuk dalam wilayah cagar alam taman wisata ijen dengan luas 2560 hektar termasuk hutan wisata seluas 92 hektar.

Andi Prasetya, traveller dari Mojokerto termasuk salah seorang wisatawan yang sangat mengagumi keindahan kawah Ijen. Fenomena alam Blue Fire ini memang hanya ada dua di dunia ini, yakni di Islandia serta di kawah Ijen.

Tak heran para wisatawan dari berbagai belahan dunia rela jauh-jauh ke Banyuwangi untuk menyaksikan keajaiban alam tersebut. Bahkan pada bulan Maret tahun 2016, Kawah Ijen ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO.

Untuk mencapai kawasan wisata eksotis ini, menurut Andi, bukan pekerjaan yang sulit. Setidaknya ada dua rute yang bisa dilalui. Rute pertama yaitu dari Banyuwangi menuju kecamatan Licin yang berjarak sekitar 15 kilometer.

Dari kecamatan ini, biasanya harus dilanjutkan dengan menggunakan mobil dobel gardan. Karena rute yang dilalui berkelok dan menanjak. Sementara rute kedua yaitu rute utara. Dari Situbondo menuju kecamatan Sempol Bondowoso melalui Wonosari. Kemudian dilanjutkan ke patulding. Rute ini relatif lebih mudah dan mulus. 

’’Dari Mojokerto, kami menempuh perjalanan sekitar 4 sampai 5 jam dengan menggunakan mobil pribadi,” kata Andi. Berangkat dari Mojokerto pukul 18.00 WIB, Andi dan teman-temannya berharap bisa menyaksikan blue fire yang hanya ada sekitar pukul 02.30 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Bagi Andi sendiri, Kawah Ijen adalah salah satu spot wisata favoritnya. Bahkan ia sendiri sudah empat kali mengunjungi kawasan ini, namun tidak pernah puas untuk melihat keindahannya. ’’Ini adalah perjalanan kedua kami untuk mengejar Blue Fire Kawah Ijen. Maklum perjalanan pertama kami gagal untuk melihat pesona Blue Fire,” ujar Andi.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia