Sabtu, 23 Sep 2017
radarmojokerto
Mojokerto
Air Terjun Anyar di Desa Nogosari, Pacet

Diberi Nama Watu Gedheg, Destinasinya Berkelas

Jumat, 14 Jul 2017 11:00 | editor : Mochamad Chariris

Air Terjun Watu Gedheg menyimpan panorama dan destinasi wisata baru.

Air Terjun Watu Gedheg menyimpan panorama dan destinasi wisata baru.

MOJOKERTO - Air Terjun Watu Gedheg memang masih asing. Namun, coban di Kawasan Pacet ini ternyata banyak menyimpan panorama alam luar biasa. Selain masih ”perawan” udara sejuk dan hutan pinus menjadi destinasi baru bagi pengunjung.

Memasuki Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, langsung disambut perbukitan dan hutan yang menyejukkan mata. Hawa sejuk pegunung pun seketika menusuk tulang. ’’Semuanya masih alami. Belum banyak tersentuh,’’ ujar Ady Rega alias Ijo Lumut, salah satu pecinta alam.

Menurut pria asal Dusun Bedagas, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging itu, tidak sulit menemukan coban di bawah kaki Gunung Welirang ini. Selain sudah banyak di unggah di media sosial (medsos), lokasinya pun mudah ditempuh. Dari pemukiman warga hanya membutuhkan waktu 30 menit, ditempuh dengan perjalanan kaki. ’’Di sebut Watu Gedheg, karena tebing yang dilewati air terjunnya itu seperti gedek,’’ katanya.

Di kalangan pecinta alam, kawasan ini memang masih asing. Namun, keindahan alamnya sudah menjadi perbincangan dan banyak mengundang rasa penasaran. Sebab, belum banyak masyarakat mengetahui objek wisata anyar yang diyakini sarat menyimpan potensi alam itu. ’’Keindahan kawasan ini memang masih tersembunyi,’’ tuturnya.

Ada banyak panorama yang disuguhkan. Mulai dari air terjun, hutan pinus untuk kamping, serta lembah yang mempesona. Selain itu, juga belum banyak terjamah. ’’Untuk air terjunnya sendiri tingginya 9 meter. Ada pula yang 5 meter. Posisinya tingkat,’’ beber pria kelahiran 1984 itu.

Selama perjalanan, mata pengunjung dimanjakan dengan indahnya perbukitan pinus dan tebing. Tak urung, spot untuk sekadar selfie pun menjamur. ’’Tepat 200 meter sebelum air terjun, bisa memanfaatkan rindang dan luasnya hutan pinus, atau mendirikan tenda sekalian,’’ tandas Ijo Lumut.

Pada saat malam hari, hawa pegunungan pun semakin menusuk tulang. Namun, hal itu seolah sirna dengan hangatnya panorama angkasa yang dapat dinikmati langsung.’’Kita juga bisa nyalakan api unggun untuk sekedar menghilangkan rasa dingin,’’ ujarnya. Rute yang dilalui tidak begitu sulit.

Dari Mojosari langsung menuju Pacet. Di pertigaan Desa Pandan, Kecamatan Pacet, pengunjung lalu menuju Desa Kembangbelor atau menuju Ponpes Amanatul Ummah. Dari situ, kemudian naik lagi ke Desa Nogosari. Nah, dengan biaya Rp 5 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati menikmati panorama alam indah ini. ’’Biaya parkir satu hari full hanya Rp 5 ribu,’’ jelasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia