Rabu, 20 Sep 2017
radarmojokerto
Mojokerto
Balai Desa Petak, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto

Balai Desa Termahal dan Termegah, Ini Fotonya

Kamis, 13 Jul 2017 11:00 | editor : Mochamad Chariris

Balai Desa Petak, Kec. Pacet, bergaya arsitektur Eropa.

Balai Desa Petak, Kec. Pacet, bergaya arsitektur Eropa. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

Memiliki gaya arsitektur eropa klasik, Balai Desa Petak, Kecamatan Pacet, menjadi pusat perhatian masyarakat dan digadang-gadang menjadi balai desa termegah se-Kabupaten Mojokerto. Tak tanggung-tanggung, dana pembangunannya pun menelan Rp 1 miliar. Seperti apa?

Banyak orang tak mengira bahwa bangunan yang berdiri di Dusun Kembangsore, Desa Petak, Kecamatan Pacet, adalah balai desa. Betapa tidak, bangunan yang memiliki luas sekitar 12 meter x 14 meter itu memiliki gaya arsitektur eropa klasik.

Meski belum selesai 100 persen, namun bangunan yang memiliki dua lantai itu sudah jadi pusat perhatian masayarakat. Tampak dari depan, gedung yang dicat serbaputih itu terdapat 10 tiang yang menjulang dengan ketinggian sekitar 9 meter. Sekilas, Balai Desa Petak tersebut mirip dengan konsep bangunan Istana Bogor.

Kepala Desa Petak, Supoyo, menjelaskan, pembangunannya sejak dua tahun lalu. Hal itu bermula ketika ada rencana perbaikan pembangunan balai desa. Kemudian dia mencoba browsing di internet dan tertarik dengan bangunan gaya eropa klasik. ’’Kemudian sekitar Agustus 2015 mulai dibangun,’’ terangnya.

Sebelumnya, dia mengaku melakukan musyawarah terlebih dulu antara pemerintahan desa dan masyarakat. Mengingat, kondisi balai desa saat itu yang sudah mendesak untuk segara dilakukan perbaikan. ’’Akhirnya kita sepakat dan lokasi pembangunan tetap dilakukan di balai desa yang lama,’’ ujarnya.

Supoyo mengatakan, pihaknya tidak menggunakan jasa arsitek khusus. Melainkan hanya memakai jasa tukang bangunan seperti pada umumnya. Hanya saja, sebelum dimulai pembangunan, dirinya konsultasi kepada salah satu temannya untuk menggambarkan grand desainnya. Temannya tersebut merupakan salah satu perangkat desa di Kabupaten Mojokerto.  ’’Konstruksinya sudah ada. Sehingga tenaga bangunananya tinggal melaksanakan sesuai dengan gambar,’’ ulasnya.

Dia merincikan, bangunan induk berdiri di atas lahan seluas 7 meter x 14 meter. Sedangkan teras dibangun dengan luas 5 meter persegi. Untuk desain bagian dalamnya juga tak kalah mewahnya. Total ada empat ruangan yang lengkap dengan kamar mandinya. Dua ruang di lantai atas, dan dua lagi di lantai bawah.

Rencananya, ruang yang berada di lantai atas akan dimanfaatkan untuk ruang pelayanan dan ruang kepala desa. Sedangkan yang di lantai bawah untuk ruang pemberdayaan dan sekretariat. ’’Jadi, sebagaian pelayanan di bawah dan sebagian ada di atas,’’ paparnya.

Pembangunan Balai Desa Petak menelan biaya cukup fantastis. Supoyo membeberkan, mulai dari awal pengerjaan hingga sekarang, total dana yang dikeluarkan menyentuh Rp 1 miliar. Dia mengaku, dana pembangunan itu 50 persen berasal dari Anggaran Pembelajaan Desa (APBDes).

’’Sekitar Rp 500 juta dari APBDes. Termasuk di dalamnya dari hasil usaha pemerintahan desa dan sebagian dari hasil sewa tanah bengkok (ganjaran/tanah kas desa),’’ terangnya. Sedangkan 50 persen sisanya, imbuh Supoyo, didapat dari pinjaman ke pihak lain. ’’Misalnya, saat butuh bahan mataerial atau bahan bangunan, kita pinjam (utang) dulu ke toko bangunan,’’ ulasnya.

Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 90 persen. Hanya tinggal proses finishing untuk pememasang jendela, pintu dan pengecatan dinding. Dan diperkirakan akan selesai pada bulan September nanti.

Disinggung terkait tujuan pembangunan, kepala desa yang sudah menjabat dua periode itu berharap agar bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja perangkat desa. ’’Selain itu juga agar bisa menarik datangnya wisatawan,’’ pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia