Rabu, 18 Oct 2017
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Terlalu, Kakek Tiga Cucu Ini Cabuli Siswa SD

Kamis, 06 Jul 2017 21:25 | editor : Mochamad Chariris

Sukardi (tengah) saat ditahan di Polres Mojokerto.

Sukardi (tengah) saat ditahan di Polres Mojokerto. (Khudori Aliandu)

MOJOSARI – Akibat menduda lama, Sukardi, 69, kakek tiga cucu, warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, nekat melakukan pencabulan terhadap MAR, 12, tetangganya sendiri. Akibat ulahnya itu, dia harus menghabiskan hari-harinya di balik sel tahanan Polres Mojokerto. 

Pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, berhasil diringkus petugas di rumahnya Selasa (4/7) sesaat setelah dilaporkan, UA, 39, ibu korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Sementara itu, untuk memuluskan aksi bejatnya, Sukardi mengiming-imingi korban dengan uang Rp 40 ribu. Selain itu, juga sebagai pembungkam agar bocah berstatus siswa SD itu tidak mengadu ke orang tua.

’’Tersangka sekarang langsung kami tahan. Kami juga sudah kantongi hasil visum sebagai barang bukti,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso, Kamis (5/7).

Menurutnya, perbuatan tidak  senonoh itu terbongkar lantaran MAR yang mengeluh kesakitan pada alat vitalnya mengadu pada sang ibu. Mengetahui hal itu, spontan saja membuat UA naik pitam.

Jalur hukum pun diambil agar kakek tersebut mempertanggungjawabkan di meja hijau. Mendapatkan laporan itu, Selasa (4/7) sekitar pukul 08.00, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya. ’’Sekarang kami masih memintai keterangan korban dan pelaku untuk melengkapi pemberkasan,’’ terangnya.

Budi menjelaskan,  pencabulan anak di bawah umur itu  dilakukan Sukardi di kamarnya pada Minggu (2/7) sekitar pukul 10.00. Berawal saat korban melintas di depan rumahnya. Namun, diduga dorongan hasrat yang tinggi, tersangka tidak pikir panjang.

Dia tiba-tiba memanggil korban untuk masuk ke rumah. Selanjutnya, korban yang masih polos lantas diajak ke kamar untuk melakukan hubungan layaknya orang dewasa.

Namun, kata Budi,  sebelum melancarkan aksinya, korban diiming-imingi uang jajan. ’’Setelah satu menit melakukan persetubuhan hingga pelaku puas, korban diberi uang Rp 40.000 dan diminta agar tidak mengatakan kepada siapa pun,’’ ungkapnya.

Perbuatan tak bermoral pelaku akhirnya terbongkar juga. Kini, polisi sedang mengembangkan penyelidikan. ’’Ya bisa saja terjadi (ada korban lain). Tapi sekarang kami fokus mendalami motif pelaku,’’ tegasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia