Jumat, 22 Sep 2017
radarmojokerto
Sportainment

Tantangan di Laga ’’Home Terakhir’’

Kamis, 06 Jul 2017 21:18 | editor : Mochamad Chariris

PMSP saat menjamu Persiba Bantul di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto.

PMSP saat menjamu Persiba Bantul di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto. (Sofan Kurniawan)

MOJOKERTO – Persiapan matang terus dilakoni 27 pemain tim kebanggaan publik Mojokerto, PS Mojokerto Putra (PSMP), jelang laga lanjutan  babak penyisihan Grup 6 Liga  2 yang akan dimulai lagi, Sabtu (8/7) besok.

Melawan PSBK Blitar, The Lasmojo terus mengasah diri demi menghadapi tingginya persaingan antartim peserta menuju babak 16 besar. Namun tak hanya itu, tantangan besar yang tak kalah menguras energi ternyata juga mulai masuk hingga dalam benak pemain.

Betapa tidak, mulai pekan depan hingga bulan-bulan berikutnya, permainan Laskar Majapahit tak akan bisa lagi ditonton dan dinikmati oleh publik Mojokerto di stadion kebanggaannya, Gajah Mada Mojosari.

Kenyataan ini tak lepas dari proses rehabilitasi dan pembangunan lintasan atletik yang akan berjalan mulai Senin (10/7) depan. Kondisi ini tak pelak menjadi pertimbangan sendiri bagi pemain dalam mewujudkan kenangan indah di laga ’’home terakhirnya’’ saat meladeni Laskar PETA, julukan PSBK.

Ya, keinginan pemkab merevitalisasi stadion yang berdiri sejak 2001 ini mau tak mau harus merelakan penggunaan stadion berhenti sejenak. Pasalnya, selain lintasan atletik, pemkab juga berencana menata rumput dan lapangan menjadi lebih baik lagi.

Kenyataan ini harus merelakan sejenak pertandingan home MP yang tersisa ke tempat lain. Salah satu opsinya adalah pindah home base ke Gelora Delta Sidoarjo sebagai lokasi paling layak menggelar pertandingan sekelas Liga 2.

Hal itu yang diakui Firman Efendi, Presiden PSMP. Menurutnya, kans besar MP menggunakan Gelora Delta setelah mempertimbangkan dua faktor, yakni lokasi dan fasilitas.

Di mana, semua persyaratan itu sudah dicukupi home base milik Sidoarjo United itu baik dari sisi kedekatan lokasi antara Mojokerto dengan Sidoarjo serta lengkapnya fasilitas yang tersedia. ’’Untuk tiga laga home akan digelar di Sidoarjo.

Sebenarnya kita juga rugi karena laga home bisa mendatangkan suporter untuk mendukung tim,’’ imbuhnya. Meski laga Sabtu (8/7) besok menjadi laga terakhir, The Lasmojo tetap menjanjikan bakal memberikan permainan atraktif yang akan ditunjukkan.

Selain untuk memperpendek jarak dan selisih poin di klasemen sementara, tantangan itu juga untuk memberikan memberikan tontonan yang berkualitas bagi penonton dan suporter.

Nah, kali ini anak asuh Redi Suprianto itu terus mengasah kemampuan terutama di sisi kecepatan dan efektivitas taktik dan serangan. Meski sempat dilanda kebingunan lantaran minimnya pemain di lini belakang, namun Laskar Majapahit tetap dituntut mampu memenangi laga keenamnya.

’’Saat ini, kita fokus pada kecepatan dan strategi untuk menghadapi PSBK, Sabtu besok. Karena sentuhan terakhir para pemain masih kurang,’’ ungkapnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia