Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Mojokerto

Polisi Resmi Tahan Camat Pungging dan Sekcam

Senin, 13 Mar 2017 21:17

Polisi Resmi Tahan Camat Pungging dan Sekcam

BARANG BUKTI: Camat Pungging Khoirul Anam (kanan) dan Sekcam Trianto Gandhi seusai OTT. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) menyeret Camat Pungging Khoirul Anam dan Sekcam Trianto Gandhi memasuki babak baru.

baca: Korban Pungli Camat dan Sekcam Buka-bukaan. Ini Pengakuannya

Tiga hari pasca ditetapkan tersangka, Jumat malam (10/3), dua pejabat di tingkat kecamatan ini akhirnya ditahan oleh Satreskrim Polres Mojokerto.

Pertimbangan penahanan antara pimpinan dan anak buahnya ini setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. ’’Tersangka sudah kami tahan. Baik camat (Khoirul Anam, Red) maupun sekcam (Trianto Gandhi, Red),’’ ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Rachmad Iswan Nusi melalui Kasatreskrim AKP Budi Santoso.

Menurutnya, hasil penyelidikan dipadukan pemeriksaan tersangka dan saksi-saksi, Anam dan Gandhi, diduga kuat melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi (tipikor).

Menurut polisi, mereka mengetahui proses dugaan pungutan liar (pungli) penerbitan rekomendasi beberapa perizinan yang dialami Bagoes, pemohon asal Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging.

Meliputi, rekomendasi perizinan IMB, IPPT dan HO atau gangguan. ’’Tersangka diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan dengan menarik uang pungutan,’’ tambahnya.

Tak hanya itu, camat dinilai terkesan mempersulit korban untuk meminta pelayanan penerbitan perizinan rekomendasi. (berita selengkapnya baca Jawa Pos Radar Mojokerto edisi Selasa (14/3). 

Sehingga, korban lanats bolak-balik ke Kantor Kecamatan Pungging. Kedua tersangka dijerat pasal 11 dan pasal 12 huruf e UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ori/ris)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia