Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Mojokerto

Dua Tahun Rumiati Tak Mandi

Jumat, 21 Apr 2017 15:54

Dua Tahun Rumiati Tak Mandi

TAK BERDAYA: Hari-hari Rumiati hanya bisa berbaring di tempat tidur rumahnya. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kesejahteraan sosial tampaknya belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Salah satunya dialami Rumiati, 75, warga Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Di usia yang sudah senja ini, dia harus menghabiskan hidup seorang diri. Seperti apa kondisinya? Siang itu, Jawa Pos Radar Mojokerto berkunjung ke rumahnya di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Tepat di bawah rimbun pohon bambu, rumah berukuran besar itu masih terlihat kokoh menghadap utara. Sayangnya, kondisi itu tidak lantas mambuat Mbok Rum panggilan akrab Rumiati terawat dengan baik. 

Di usia yang menginjak kepala tujuh, hari-harinya dijalani dengan tidak nyaman. Selain seorang diri, untuk sekadar mandi saja dia sudah tak mampu. Apalagi, memasak dan mencari nafkah. Untuk makan dan minum, nenek itu harus menunggu belas kasihan keluarga dan uluran tangan tetangga.

Kondisi ini telah berlangsung sejak lama. Setelah anak dan suaminya meninggal dunia. ’’Sudah dua tahun kondisinya seperti ini,’’ ungkap Ketua RT (Rukun Tetangga), Achmadi.

Fisiknya pun mulai rapuh. Indera pengingat dan penglihatan Mbok Rum tidak berfungsi normal. Dia tidak mengetahui lagi siapa yang datang untuk sekadar menjenguk. Dia hanya terlihat lemas dan berbaring di kamar tidur yang posisinya berdekatan dengan ruang dapur.

’’Jangankan masak, mandi saja sejak dua tahun ini tidak pernah,’’ tuturnya. ’’Ya karena kondisinya yang lemah dan lanjut. Ditambah lagi tidak ada yang merawat,’’ imbuhnya.

Tak jarang, untuk sekadar buang hajat dia harus menunggu orang lain untuk membantu. ’’Kalau tidak begitu, ya di sembarang tempat. Kadang di kamar, kadang di dapur,’’ tegasnya. Sebenaranya, Mbok Rum masih memiliki cucu.

Namun, sejak cucunya menempati rumah sendiri kepedulian untuk mengurusi neneknya sudah jarang dilakukan. ’’Mungkin kalau ngantar makan saja ke sini. Setelah itu pulang lagi,’’ terangnya. ’’Kasihan kalau kondisinya seperti ini terus,’’ tambah Mentar, tetangga Mbok Rum.

Masyarakat berharap ada solusi dari pemerintah dalam menangani Mbok Rum. Sehingga, di sisa usianya dia dapat merasakan kehidupan yang nyaman dan layak. Seperti halnya mendapat perawatan di dalam lingkungan panti milik Pemkab Mojokerto. ’’Sejauh ini, belum pernah ada perhatian pemerintah,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia