Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Perempuan
Ika Puspitasari, Ketua DPD Partai Nasdem Kota

Ibu Itu Madrasah Bagi Anak

Jumat, 21 Apr 2017 15:27

Ibu Itu Madrasah Bagi Anak

PENDIDIKAN: Ika Puspitasari, Ketua DPD Partai Nasdem Kota (Ika Puspitasari For Radar Mojokerto )

MOJOKERTO - Dunia politik memang relatif masih baru bagi sosok Ika Puspitasari. Namun, perempuan kelahiran Mojokerto 12 April 1979 ini dikenal menaruh komitmen tinggi dalam memperjuangkan dan menjaga martabat perempuan.

Meski perempuan kekinian dituntut mampu memiliki peran di semua bidang. ’’Kalau dulu, zaman Kartini, perempuan berkutat di tiga hal, dapur, sumur dan kasur. Namun, di era Kartini modern ini, dalam hal pendidikan perempuan harus setara dengan laki-laki,’’ ujar Mbak Ita, begitu dia karib disapa.

Dilahirkan dalam lingkungan keluarga Nahdliyin 38 tahun silam, di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, jiwa organisasi ibu dua anak ini memang sudah terbentuk sejak remaja.

Kendati menyandang Ketua DPD Partai Nasdem Kota Mojokerto, Ita enggan meninggalkan kesibukan berorganisasi dan berbisnis. Telah banyak aktivitas yang dijalani. Dari aktif di dunia organisasi di PC Muslimat NU, partai politik, sampai berwirausaha.

’’Sejak Kartini Jawa mendobrak perempuan Jawa, di situlah perempuan mulai berperan,’’ imbuh ibu dari Salman Robith Fachrurrozi, 13, dan Jazeyla Qurrota Aina, 9, ini.

Terbitnya Undang-Undang tentang Afirmasi di Pemilu, bagi Ita, memberi angin segar saat kedudukan perempuan menjadi 30 persen, terutama di panggung politik. Walau jatah tersebut, menurut alumni Fakultas Ekonomi Unair Surabaya tahun 2002, dirasa masih sangat kurang.

Jika melihat fakta sosial keberadaan perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Sehingga, banyak peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh kaum Hawa. Terutama di dunia pendidikan dan pemerintahan.

’’Mengutip hadis Rasulullah SAW, bahwa mencari ilmu itu wajib bagi semua muslimin dan muslimat (perempuan). Artinya, sudah jelas, perempuan punya hak mengenyam pendidikan yang setara dengan laki-laki,’’ tambah perempuan yang kini duduk di jajaran Direksi PT Musika Group.

Dari situlah, selain berkarir di dunia politik, pengurus Kadin Kabupaten Mojokerto ini, sedapat mungkin berada di semua lini, asal memberi manfaat terhadap sesama.

Salah satunya pernah aktif menjadi Bendahara RSI Sakinah Mojokerto (2012-2016), menjadi pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU), dan Primer Koperasi Annisa Kabupaten Mojokerto (2011-2014).

Menurut Ita, memposisikan diri berparan aktif di semua bidang sama artinya dengan menaruh harkat dan martabat perempuan. ’’Perempuan itu tiang negara. Maka dari itu, sudah saatnya perempuan ini mewarnai dan member manfaat bagi sesama,’’ jelas Ita.

Dia menyebutkan, kehormatan sosok perempuan sejatinya sudah disampaikan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis Nabi, lanjut Ita, Rasul pernah ditanya oleh seorang sahabat. Bahwa siapa yang harus dihormati di dunia ini.

’’Rasul menjawab: Pertama, ummi (ibu), kedua ummi, ketiga ummi. Dan, baru yang keempat, Rasul menjawab, abi (bapak),’’ urainya. Melihat hal itu, di sisi lain, kata Ita, dalam sebuah penilitian pernah disebutkan, bahwa struktur tubuh manusia 70 persen di antaranya adalah gen seorang ibu.

’’Nah, apa yang disampaikan Rasul, ketika diteliti di era modern, arahnya ke sana. Oleh karenanya, perempuan itu harus seperti yang disampaikan Rasulullah,’’ tambahnya. Dari situ, di tengah padatnya aktivitas bisnis, sosial, dan politik, Ita tetap mengutamakan perannya sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Setiap hari, Ita selalu meluangkan waktu mengantarkan Jazeyla Qurrota Aini sekolah. Dan, mendampingi saat belajar maupun selama si kecil beraktivitas, di dalam atau di luar rumah.

Bahkan, sebagai ibu, dia harus bisa menjadi madrasah (sekolah) bagi anak-anaknya. ’’Karenanya, perempuan harus berpendidikan tinggi. Harapannya, nanti akan melahirkan anak yang berkualitas tinggi pula,’’ tandasnya. (ris/abi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia