Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Perempuan
Hana Kusumaningayu Susilowati, Owner Isabella; Istana Sepatu dan Tas

Jangan Sekadar Memasak, Merias dan Melahirkan

Jumat, 21 Apr 2017 15:19

Jangan Sekadar Memasak, Merias dan Melahirkan

BERKARYA: Hana Kusumaningayu Susilowati, Owner Isabella (Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Di balik pria yang sukses terdapat wanita yang hebat. Mungkin itulah kiasan yang tepat untuk menggambarkan sosok Hana Kusumaningayu Susilowati, owner toko Isabella; Istana Sepatu dan Tas, Jalan Bhayangkara, No 2, Kota Mojokerto.

Berkat keuletan tangannya, toko yang berdiri sejak tahun 1991 ini masih tetap eksis, bahkan semakin berkembang. Hana, sapaan akrabnya, menceritakan, kesuksesan yang diraihnya saat ini bukan sebuah kebetulan.

Tetapi ditempuh melalui proses yang panjang. Berawal dari suaminya, Slamet, 57, yang memilih keluar dari pekerjaannya sebagai kondektur bis karana perusahaan yang mulai goyah.

’’Kemudian, dengan dibantu kakaknya, sekitar Oktober 1991, suami saya mulai membuka lapak kecil berukuran 3 x 4 meter untuk berjualan sepatu,’’ terangnya. Tak mau hanya berdiam diri di rumah, 6 tahun berikutnya, Hana ikut terjun untuk membantu suaminya.

Hingga pada akhirnya lambat laun usahanya tersebut mulai berkembang dari semula yang hanya menjual puluhan pasang sepatu saja menjadi ratusan pasang. Kemudian pada 2004, Hana mulai berperan labih dominan dan menjadi pemegang kendali usaha tersebut.

’’Waktu itu kalau misal saya tidak memilih ikut terjun, saya akan tidak mengerti apa-apa,’’ terangnya. Perempuan kelahiran Palembang, 8 Mei 1974 ini beranggapan, kodrat sebagai perempuan tidak sekadar bisa 3 M. Yakni, masak, merias, dan memiliki keturunan saja.

Tetapi juga harus bisa bekerja untuk menopang perekonomian keluarga. ’’Bagi saya, perempuan harus bekerja dan berkarya. Tetapi tetap tidak keluar dari kodratnya,’’ terangnya.

Meski hanya memiliki latar belakang pendidikan lulusan kelas 6 SD dan suami yang hanya sampai kelas 3 SD tak menjadi halangan bagi pasangan tersebut. Ibu dua anak itu, mengaku, semuanya dilakukan secara otodidak.

Terlebih tidak ada pengelaman menjadi pedagang. ’’Tidak melanjutkan pendidikan karena terkendala faktor finansial, keadaan keluarga kami dulu sangat minus sekali,’’ ujarnya.

Dari situlah yang membuat pelecut semangatnya untuk terus bekerja keras. Hingga pada akhirnya, usaha yang digelutinya selama 26 tahun ini semakin berkembang dan menjadi salah satu toko yang menjual sepatu dan tas terlengkap di Mojokerto.

Bahkan, saat ini dia juga memimpin sebanyak 30 orang karyawan yang bekerja di sana. Meski demikian, tak lantas membuat Hana menjadi seorang yang hanya bekerja di balik meja.

Tetapi, perempuan yang hobi yoga ini justru sering untuk turun langsung melayani pembeli. ’’Saya lebih suka menyapa pembeli,’’ ungkapnya.  Harapan ke depan, dia ingin memberikan kepercayaan kembali kepada para pelanggan.

Sehingga bisa tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Upaya tersebut dilakukan dengan mengutamakan pelayanan serta memberikan yang terbaik bagi pelanggan. (ram/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia