Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kriminal

Soal Galian C, Warga-Pengusaha Saling Lapor Polisi

Selasa, 18 Apr 2017 15:45

Soal Galian C, Warga-Pengusaha Saling Lapor Polisi

DIPERIKSA: Perwakilan warga Desa Kalikatir, Kec. Gondang dikonfrontir atas dugaan pemalsuan tandatangan, di Mapolsek Gondang. (Khudori/Radar Mojokerto )

MOJOKERTO - Polemik antara pemilik galian C (sirtu) dengan warga Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, dipastikan semakin rumit. Salah satu perwakilan warga, Musian, melapor ke Polda Jatim dan Polres Mojokerto atas dugaan galian ilegal.

Sementara, Slamet Mujiono, koordinator galian C memilih melapor ke Polsek Gondang atas dugaan pencemaran nama baik. Terbaru, hasil penyelidikan, diduga ada pemalsuan tandatangan dilakukan oknum warga yang menyoal keberadaan galian C.

Menanggapi polemik itu, Selasa (18/4) Polsek Gondang mengkonfrontir kedua belah pihak. Langkah itu untuk mengetahui kebenaran terkait tandatangan yang dibawa warga saat melapor ke Mapolda Jatim.

Kapolsek Gondang, AKP Slamet mengatakan, sedikitnya ada delapan warga dipanggil untuk dimintai keterangan. Dalam konfrontir tersebut, sedikitnya enam orang tidak mengakui tandatangan yang dibuat sebagai lampiran saat melaporkan galian C.

"Artinya, dalam kasus ini juga ada dugaan pemalsuan tandatangan," ungkapnya kepada Jawa Pos radar Mojokerto. Menurut Slamet, ada beberapa dugaan pelanggaran pidana dalam polemik di Desa Kalikatir tersebut.

Selain pencemaran nama baik, ada juga perkataan bohong. "Bohongnya, karena warga diminta tandatangan untuk minta bantuan bronjong bukan untuk penutupan galain C," jelasnya.

Sebelumnya, Musian menggalang tandatangan warga untuk mendukung aksi penutupan galian C di desa mereka. Namun, penggalangan tandatangan ini semata-mata tidak langsung digunakan menolak keberadan galian C, melainkan sebagai syarat pengajuan bantuan bronjong kepada Pemkab Mojokerto.

"Lha karena itu, beberapa warga merasa dibohongi. Untuk itu, hari ini, saya panggil warga dan Musian guna dikonfrontir," tandas Slamet. Sementara itu, Musian, sebagai terlapor membantah adanya dugaan pemalsuan tandatangan digunakan sebagai lampiran laporan ke Mapolda Jatim dan Mapolres Mojokerto.

"Semua itu tandatangan asli," ungkapnya seusai menjalani pemeriksaan. Dia juga berkilah penggalangan tandatangan digunakan untuk pengajuan bantuan bronjong pasca banjir bandang. (ori/ris)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia