Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kriminal

Ngapeli Pacar, Pulang Dianiaya, lalu Dibuang di Sungai Brantas

Selasa, 18 Apr 2017 15:12

Ngapeli Pacar, Pulang Dianiaya, lalu Dibuang di Sungai Brantas

TAK BERNYAWA: Petugas mengevakuasi jenazah korban dari Dam Sipon Sungai Brantas, Gedeg, Mojokerto. (PMI for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sesosok mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Brantas, tepatnya di Dam Sipon, Desa Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto mulai terkuak. Itu setelah pihak keluarga korban mengenali ciri-ciri korban saat proses evakuasi mayat, Senin malam (17/4).

Identitas korban adalah Yeyen Siswanto, 28, warga Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Korban diketahui menghilang dari rumah sejak tiga hari lalu saat berpamitan mengunjungi rumah pacarnya. 

Sebelumnya, mayat ditemukan mengambang oleh pemancing Dam Sipon pukul 16.30. Namun, karena posisi mayat berada di tengah sungai, tim SAR bersama polisi dan relawan lainnya tak bisa langsung mengevakuasi.

Hingga pukul 21.30, mayat akhirnya menepi dan langsung dievakuasi ke darat oleh petugas. Mayat pun langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto untuk proses otopsi.

"Sebenarnya proses evakuasi direncanakan esok hari karena hari mulai gelap dan arusnya juga deras. Kita juga minta bantuan tim SAR dari Surabaya. Tapi, pada pukul 21.00 jenazah mulai menepi," kata Didik Soedarsono, Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto.

Saat otopsi berlangsung, tiba-tiba muncul kerabat korban datang ke kamar jenazah. Mereka meyakini korban merupakan Yeyen yang hilang sejak Sabtu malam (15/4), dari ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. Yakni, kulit sawo matang dan kaus warna hitam yang dikenakannya saat terakhir kali meninggalkan rumah.

Saat itu, korban berpamitan hendak mengunjungi kekasihnya di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang. "Awalnya, anak ini ditelepon pacarnya Sabtu kemarin jam setengah 11 malam," kata Sobirin, salah satu kerabat korban.

Akan tetapi, kepergian korban ke desa tetangga ternyata menjadi kepergian Yeyen untuk selamanya. Pihak keluarga pun sempat mencarinya, namun tak kunjung menemukan.

Dari informasi yang mereka terima, korban memang sempat dihadang sekelompok pemuda desa mabuk-mabukan tempat rumah sang kekasih. Kelompok pemuda tersebut merasa jengkel dengan korban yang bertamu hingga tengah malam.

Nah, saat kepulangannya, korban lantas dikeroyok tak kurang dari 2 pemuda tepat di jembatan desa. Korban lalu tersungkur dan dilempar ke Sungai Brantas bersama motornya. "Sudah disanggong di jembatan, kurang lebih ada 2 orang.

Dikeroyoknya sekitar minggu pukul 04.00 pagi. Soalnya sudah lama dendam. Nggak boleh ada yang pacaran sampai melampaui jam malam," pungkasnya. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polsek Kesamben, Jombang. (far/ris) 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia