Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pemerintahan

Harga Sembako Tak Merata, Relatif Masih Tinggi

Selasa, 18 Apr 2017 13:48

Harga Sembako Tak Merata, Relatif Masih Tinggi

MASIH MAHAL: Pedagang sayuran di pasar tradisional saat melayani pembeli. (Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Mendekati Ramadan dan Lebaran harga sejumlah sembako di Kabupaten Mojokerto belum juga menunjukkan tanda-tanda stabil atau normal. Di empat pasar tradisional harga jual kebutuhan pokok ini tidak merata.

Masyarakat sebagai konsumen masih merasa keberatan untuk membeli dalam jumlah banyak. Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, harga jual sembako di empat tradisional memang belum merata seperti yang diharapkan masyarakat.

Namun, saat ini penjualan tersebut relatif terjangkau dibanding beberapa bulan sebelumnya. Harga beras bengawan misalnya, rata-rata masih dijual Rp 8.500 ribu – Rp 11.600 per kilogram, sedangkan jenis IR 64 berada di kisaran Rp 8.000 – Rp 8.800 per kg.

”Ini pantauan rutin kami di empat pasar tradisional,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Empat pasar tradisional itu meliputi, Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko; Pasar Gempolkrep, Kecamatan Gedeg; Pasar Legi, Kecamatan Mojosari, dan Pasar Pohjejer, Kecamatan Gondang. 

Disperindag menyebutkan, harga gula pasir lokal saat ini dijual Rp 12.000 per kg. ”Artinya, pedagang masih menjual dengan harga normal,” tandasnya.Berbeda halnya dengan daging sapi. Di tengah masih tingginya masyarakat mengonsumsi daging, penjual daging pun menetapkan harga berbeda.

Ada yang menjual Rp 98.000, namun sebagian menjual dengan harga tinggi, yakni Rp 100.000 per kg. Mahalnya harga jual juga terpantau pada jenis telur ayam. Empat pasar tradisional di bawah pengelolaan Pemkab Mojokerto ini relatif menjual dengan harga berbeda pula.

Per kilogramnya, telur ayam dijual antara Rp 16.500 hingga Rp 17.500. ”Kalau cabai rawit dalam sebulan terakhir ini trennya malah cenderung turun. Rp 40 ribu sampai Rp 55 ribu per kilogram,” terang Bambang. Dari sebelumnya dijual antara Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu per kg. 

Sementara itu, di tengah maraknya harga jual bawang putih yang melambung di beberapa daerah, di kabupaten saat ini tercatat cenderung stabil. Hanya saja, menurut konsumen, harganya memang perlahan mengalami kenaikan. Pedagang menjualnya antara Rp 32 ribu sampai Rp 34 ribu per kg.

Dimana sebelumnya dijual di kisaran Rp 33 ribu per kg. ”Ada yang naik ada yang turun. Kendati naik, itupun tidak terlampau tinggi. Masih dalam batas kewajaran,” kata M. Ali Imron, salah satu pedagang. (ris)

 

 

 

 

 

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia