Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan

Azwar Anas Beber Kesuksesan Banyuwangi di Mojokerto

Selasa, 18 Apr 2017 07:00

Azwar Anas Beber Kesuksesan Banyuwangi di Mojokerto

INOVATIF: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kanan) dan Saiful Barnawai (kiri) saat menebar kesuksesan di STIE Al-Anwar. (ISNU for Radar Mojokerto )

MOJOKERTO – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, membeber kesuksesan Banyuwangi dalam pelayanan publik dan pariwisata. Inovasi dinilai sebagai kunci utama dalam dua sektor tersebut.

Hal itu ditegaskan Anas saat memberi motivasi tentang inovasi dan kreativitas kepada ratusan mahasiswa Kabupaten dan Kota Mojokerto di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Anwar, Senin (17/4). Anas membagi pengalaman menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di daerahnya.

’’Inovasi dan kreativitas adalah satu kesatuan. Inovasi membutuhkan kreativitas. Kreativitas itu berarti tidak menyerah pada keadaan. Tidak mengeluh. Dalam kondisi yang terbatas, bagaimana bisa survive. Itulah kreativitas yang nantinya melahirkan inovasi,’’ kata Anas.

Bupati muda itu, mengatakan, di lingkungan pemerintahan, inovasi dan kreativitas menjadi kata kunci untuk meningkatkan pelayanan publik. ’’Sekarang sudah tidak bisa lagi pelayanan publik yang biasa-biasa saja.

Semua dituntut cepat. Maka kita perlu sikap inovatif dan kreatif. Begitu juga mahasiswa, kalau tidak inovatif dan tidak kreatif, pasti akan kalah dengan mahasiswa lain. Apalagi sekarang era kompetisi global,’’ ujar Anas.

Anas lalu mencontohkan sejumlah inovasi yang lahir di Banyuwangi. Diantaranya, kebijakan pariwisata yang membawa Banyuwangi menjadi juara dunia inovasi kebijakan tingkat dunia dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) pada 2016 mengalahkan negara-negara lain di dunia.

Lalu ada inovasi kebijakan ’’Bayi Lahir Procot Pulang Bawa Akta’’ di mana bayi bisa langsung mendapat akta kelahiran tanpa menunggu banyak waktu.

’’Karena saya memberi kepercayaan dan kebebasan kepada seluruh jajaran, sekarang semua berlomba berinovasi. Antarpuskesmas berlomba, mulai dari program gizi anak, sanitasi, sampai menekan angka kematian ibu/bayi. Antardesa berlomba, dari percepatan layanan berbasis TI hingga jam layanan sampai malam hari. Antarkecamatan bersaing, dari layanan jemput bola sampai menyinergikan zakat dengan pengentasan kemiskinan,’’ papar Anas.

’’Bahkan, tiga inovasi Banyuwangi pun dipilih Kementerian PAN-RB untuk diikutkan di ajang internasional United Nations Public Service Award 2017 oleh PBB,’’ imbuh Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga mendorong mahasiswa untuk berani terjun berwirausaha, jangan hanya bercita-cita menjadi pegawai atau PNS. ’’Saatnya berani terjun berbisnis, membuka lapangan pekerjaan.

Dengan membuka usaha, para mahasiswa ikut membantu negara ini untuk terus maju,’’ ujarnya. Menurut Anas, mengharap menjadi pegawai saat ini sudah kurang relevan. Karena investasi dunia usaha semakin padat teknologi.

’’Dulu investasi Rp 100 miliar bisa menyerap 500 karyawan, sekarang mungkin hanya 50 orang. Karena semua sudah serbaotomatis menggunakan mesin.

Maka, pilihan bagi kaum muda saat ini adalah membangun spirit kewirausahaan, berani terjun, berani gagal lalu bangkit lagi,’’ kata Anas. Sementara itu, Ketua STIE Al Anwar Mojokerto Prof Choirul Bashor, mengatakan, pihaknya mengundang Bupati Anas agar bisa menginspirasi para mahasiswa.

Sehingga bisa lebih inovatif dan kreatif dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. ’’Kami melihat Pak Anas menaruh perhatian pada inovasi dan kreativitas. Sehingga di tengah keterbatasan, daerahnya bisa terus berkembang maju,’’ ujarnya. (ron/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia