Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kriminal

Hati-Hati, Perum CSE Surodinawan Tak Aman, Rumah TNI-AL Dibobol

Senin, 17 Apr 2017 22:29

Hati-Hati, Perum CSE Surodinawan Tak Aman, Rumah TNI-AL Dibobol

DIBOBOL: Triana 52, istri korban dimintai keterangan petugas saat melapor di Mapolsek Prajurit Kulon. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kompleks Perum Citra Surodinawan Estate (CSE) Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kembali menjadi sasaran teror pelaku kejahatan.

Minimnya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) membuat pelaku kejahatan leluasa mengobok-obok pemukiman di bawah tanggung jawab Perumnas Cabang Mojokerto ini. Kemarin, rumah Eka Karyadi, salah satu anggota TNI AL di Jalan Surodinawan Raya No 10, dibobol komplotan maling.

Akibatnya, satu unit televise dan bedcover miliknya amblas. Kanitreskrim Polsek Prajurit Kulon, AKP Sulianto mengatakan, pembobolan rumah baru diketahui oleh istri Eka Karyadi, Triana 52, (14/4) sekitar pukul 19.30.

Setelah ibu rumah tangga itu sepulang dari Jember menghadiri wisuda putranya. ’’Saat tiba di rumah, korban kaget, karena gerbang sudah terbuka,’’ ungkapnya. Korban yang bergagas masuk rumah dikejutkan beberapa barang berharga miliknya hilang.

Seperti televisi 22 inci dan bedcover. ’’Kondisi rumahnya juga acak-acakan,’’ tandas Sulianto. Hasil pemeriksaan, diketahui rumah korban memang dalam kondisi kosong selama dua hari. Korban meninggalkan rumah untuk menghadiri wisuda anaknya di Jember.

Nah, kondisi rumah yang kosong ini dimanfaatkan komplotan maling. Modusnya, pelaku merusak kunci pagar dan pintu rumah. ’’Kalau melihat aksinya, jauh-jauh hari rumah korban sudah digambar pelaku,’’ tuturnya.

Sulianto menyatakan, masih kesulitan mengungkap pelaku di balik pencurian tersebut. Selain terbatasnya saksi, kondisi sekitar tidak dilengkapi CCTV. Hanya, diduga kuat, dalam beraksi, pelaku tidak sendiri. Hal itu dikuatkan dengan hilangnya perabotan rumah tangga korban.

’’Kalau satu orang sulit untuk membawa televisi. Bisa dua atau lebih. Tapi, kami masih melakukan penyelidikan,’’ bebernya. Dia mengaku, belakangan ini di komplek Perum CSE Surodinawan memang rawan terjadi pembobolan rumah atau kejahatan sejenisnya.

Seperti pencurian handphone, penjambretan dan penipuan bermodus gendam. Selain wilayahnya yang sepi, minimnya fasilitas penerangan juga menjadi salah satu penyebab. ’’Petugas keamanan juga belum ada. Ini posisinya paling selatan, dan depannya sudah lahan lepas,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

 

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia