Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan
Ketika Siswa SD Tergerak Merawat Lingkungan

Bersama Guru, Tebar Bibit Ikan dan Pungut Sampah

Senin, 17 Apr 2017 22:14

Bersama Guru, Tebar Bibit Ikan dan Pungut Sampah

DARI HATI: Puluhan siswa melepaskan benih ikan lele di sungai Lingkungan Pekayon, Kec. Kranggan, Kota Mojokerto. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga alam agar tetap lestari. Salah satu hal yang paling mudah adalah menjaga lingkungan di sekitarnya.

Seperti yang dilakukan siswa SDN 1 Kranggan Kota Mojoekrto yang melakukan aksi peduli lingkungan dengan membersihkan sampah dan melepaskan bibit ikan.

Ada kalanya alam bisa menjadi sahabat kita. Karena tanahnya yang subur bisa ditumbuhi berbagai tanaman. Sedangkan tanaman bisa menghasilkan gas oksigen untuk kebutuhan bernapas manusia.

Tentunya, rindangnya pepohonan bisa membuat kita nyaman karena mampu meneduhkan dari panasnya matahari. Meski demikian, ada kalanya, alam juga bisa menjadi sumber malapetaka bagi setiap orang.

Hal itu terlihat ketika datangnya bencana alam, seperti tanah longsor, banjir bandang dan angin rebut dan bencana lainnya. Hal tersebut bisa berlangsung cukup mudah dan cepat bagai membalik dua sisi mata uang.

Namun, semua itu tak lepas dari ulah tangan manusia sendiri. karena pada intinya alam akan memberikan kebaikan jika orang di sekitarnya juga berbuat baik. Sebaliknya, alam bisa saja berbuat jahat jika orang di sekitarnya merusaknya.

Dengan kata lain, semuanya tergantung dari apa yang dilakukan manusia. Sebagaimana yang terjadi pada akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten maupun Kota Mojokerto. Telah terjadi banyak bencana.

Yang menjadi langganan adalah ketika turun hujan deras. Di beberapa wilayah akan tergenang banjir. Kejadian itu pun mengetuk banyak pihak untuk berempati. Salah satunya siswa SD Negeri Kranggan 1 Kota Mojokerto.

Namun mereka memiliki cara lain berempati, yakni dengan melakukan peduli lingkungan. Pagi itu, dengan masih mengenakan seragam pramuka, puluhan anak tampak berbaris mengelilingi pinggiran sungai di Lingkungan Pekayon, Kecamatan Kranggan.

Masing-masing siswa terlihat membawa beberapa baskom plastik di tangan. Rupanya, setiap wadah tersebut berisi benih-benih ikan. Ya, mereka sedang melakukan kegiatan aksi peduli lingkungan dengan menabur benih ikan di sungai yang berada tepat di belakang sekolah mereka.

Bukan tanpa alasan, aksi ini dilakukan untuk menjaga keasrian di salah satu sungai yang berhilir ke Sungai Sadar. Dengan tujuan untuk mempertahankan ekosistem makhluk hidup yang ada di sungai. ’’Yang kita lepas ikan lele,’’ terang Ghania Ramadhani, siswa SDN Kranggan 1.

Ghania menjelaskan, dia dan teman-temannya melepasakan ikan-ikan tersebut agar bisa hidup dan besar di sungai. Sedikitnya, sebanyak ratusan benih lele ditebarkan di sepanjang aliran sungai oleh puluhan siswa dari kelas 4 dan 5 ini. ’’Ikannya biar hidup dan berenang di sungai,’’ celotehnya.

Sebelumnya, sungai tersebut juga pernah menjadi sasaran penebaran benih ikan rengkik. Dengan demikian, penebaran benih ikan jenis lain itu akan menciptakan keanekaragaman hayati yang hidup di sungai tersebut.

Tak berhenti sampai di sini. Setelah menebar benih ikan, mereka bergerak menuju sepanjang Jalan Pekayon untuk memunguti sampah yang dibuang sembarangan. Selain siswa, nampak juga sejumlah guru, wali murid, bahkan warga sekitar juga ikut bergabung.

Saat waktu beranjak siang, aksi tersebut kemudian diakhiri dengan penanaman pohon di halaman sekolah. ’’Kagiatan ini sangat penting untuk diterapkan pada anak-anak, dengan tujuan agar mereka peduli terhadap lingkungan sejak dini,’’ ungkap Donny Hermawan, salah satu guru pembina.

Menurutnya, selain menjaga lingkungan, kegiatan itu dilakukan agar terhindar dari bencana. Terlebih, letak sungai yang berdekatan langsung dengan lingkungan sekolah.

Dia mengatakan, sedikitnya ada sekitar 300 benih ikan lele yang disebarkan. ’’Kita harap sungai ini bisa berfungsi sebagaimana seharusnya,’’ tutupnya. (ram/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia