Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan

Tak Siap Komputer, PKBM Ngotot Pakai Kertas

Sabtu, 15 Apr 2017 14:44

Tak Siap Komputer, PKBM Ngotot Pakai Kertas

PAPER: Siswa kejar paket C mengikuti kegiatan belajar di PKBM, Dusun Kedungbendo, Desa Gemekan, Sooko, Mojokerto. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Tahun ini, ujian nasional (unas) pendidikan kesetaraan hanya dilaksanakan pada saat weekend saja. Untuk kejar paket C (setara SMA) bakal menggelar unas lebih dulu mulai Sabtu (15/4).

Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Kaupaten Mojokerto, menyebutkan, sedianya unas kejar paket C diikuti 262 warga belajar. Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau, agar pelaksanaan ujian kejar paket dilakukan berbasis komputer, namun semua lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ngotot menerapakan unas berbasis kertas dan pensil (UNPK).

”Sebenarnya memang UNBK, tapi seluruh lembaga se-Jawa Timur belum ada yang siap. Sehingga, semuanya masih menggunakan kertas,” ungkap Masud, pengurus PKBM Aveceina, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Belum adanya persiapan dan latihan UNBK juga dikhawatirkan akan mempersulit peserta ujian dalam mengerjakan soal. Unas kejar paket C sendiri akan dibagi dalam dua gelombang, dan hanya digelar pada Sabtu dan Minggu.

Gelombang pertama mulai 15-16 April besok, sedangkan gelombang kedua pada 22-23 April pekan depan. Kebijakan tersebut menyusul mayoritas warga belajar pendidikan kesetaraan banyak yang bekerja.

Dengan begitu, jadwal disesuaikan hanya pada weekend atau akhir pekan. ”Jadi, pelaksanaannya selama 4 hari dengan 7 mata pelajaran,” terangnya. Mapel yang diujikan meliputi bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, PKn, 3 mapel sesuai program jurusan IPA dan IPS.

Masud mengatakan, naskah soal sudah didistribusikan ke masing-masing daerah. Saat ini, naskah tersebut sudah disimpan di masing-masing polsek terdekat di PKBM penyelenggara. ”Misalnya, untuk PKBM Aveceina nanti, mengambil naskah soal di Polsek Sooko,” ujarnya.

Sebab, untuk pelaksanaan unas kejar paket C akan digelar di MI Al Mustofa, Kecamatan Sooko. Jumlah peserta dari PKBM Aveceina sendiri, terdapat 75 warga belajar. Kemudian, ditambah dengan dua lembaga penggabung, yakni PKBM Roudlotul Ulum, Kecamatan Jatirejo, dengan 17 peserta, dan SKB Gedeg dengan 12 peserta.

Dia menambahkan, hasil unas pendidikan kesetaraan merupakan salah satu penentu kelulusan siswa. Namun, hal tersebut tidak bersifat mutlak, karena akan dilakukan akumulasi dari hasil ujian sekolah. Sehingga, dia mengimbau agar warga belajar untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

”Apabila lulus, ijazah kejar paket C akan setara dengan SMA, dan bisa digunakan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” pungkasnya. Untuk diketahui, selanjutnya, akan disusul dengan unas kejar paket B (setera SMP/sederajat) yang berlangsung pada 13, 14, dan 20 Mei mendatang.

Terdapat 6 mata pelajaran. Di antaranya bahasa Indonesia, bahasa Inggris, PKn, matematika, IPA, dan IPS. Sedangkan, jumlah warga belajar yang mengikuti sebanyak 157 peserta tersebar di 6 lembaga PKBM. (ram/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia