Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Budaya

Kapolres: Masyarakat Harus Ikut Merawat dan Menjaga BCB

Rabu, 12 Apr 2017 23:19

Kapolres: Masyarakat Harus Ikut Merawat dan Menjaga BCB

PEMAHAMAN: Narasumber dari Polres Mojokerto dan BPCB Jatim menyosialisasikan UU Cagar Budaya di Polres Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Maraknya penjarahan situs kepurbakalahan di Kabupaten Mojokerto mendorong Polres Mojokerto dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah.

Dengan mengundang sejumlah Muspika kedua instansi tersebut melakukan sosialiasai akan pentingnya menjaga dan menyelamatkan benda cagar budaya (BCB), Rabu (12/4) di Mapolres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Rachmad Iswan Nusi mengatakan, sosilasisasi penting dilakukan di tengah maraknya penjarahan atau pencurian BCB. Salah satunya terjadi di situs Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, belakangan ini.

Sehingga, masyarakat semakin sadar, terutama mereka yang tinggal di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). ’’Yang pasti, masyarakat banyak yang masih awam. Makanya perlu ada pemahaman,’’ ungkapnya.

Apalagi adanya UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya sudah ditetapkan sejak tahun 2010 lalu. Artinya, karena sudah diundangkan, masyarakat harus cakap dan paham akan aturan hukum yang berlaku.

’’Konsekuensi bagi pelanggar, ya hukum. Ketika ada perusakan benda purbakala, sudah, hukum yang bicara. Jadi, bukan masalah tahu atau tidak tahunya,’’ tegasnya. Sosialisasi menggandeng BPCB ini juga dihadiri jajaran Muspika, Camat, Danramil, dan Kapolsek du tujuh kecamatan.

Di antaranya, dari Ngoro, Trawas, Pacet, Kutorejo, Puri, Jatirejo, Sooko, dan Trowulan. Harapannya, penjarahan yang sempat terjadi tidak terulang kembali. ’’Paling tidak, dari hasil ini nanti disampaikan di lokasi mana saja yang menjadi cagar budaya dan banyak peninggalan kerajaan. Sehingga masyarakat bisa tahu,’’ tuturnya.

Rachmad mengimbau, peran aktif masyarakat dalam merawat dan menjaga BCB dan area situs juga sangat penting. ”Agar ke depan tidak terjadi perusakan atau penjarahan lagi. Bila temukan ada BCB atau benda purbakala segera laporkan ke BPCB Jatim atau kami (polisi),” pungkas Rachmad.

Sekadar diketahui, Trowulan ditetapkan sebagai KCBN sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 260/M/2013 tentang Penetapan Satuan Ruang Geografis Trowulan Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, tanggal 30 Desember 2013.

Kawasan tersebut meliputi 49 desa, 4 kecamatan, dan dua kabupaten, yakni Mojokerto dan Jombang. Empat kecamatan itu antara lain Kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto, serta Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

’’Forum sosialisasi seperti ini memang sangat peting dan sudah sering kita lakukan,’’ ungkap Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Jatim di Trowulan, Mojokerto, Edhi widodo. (ori/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia