Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pemerintahan

Tak Pernah Menguntung, PDAM Terus Merugi

Selasa, 11 Apr 2017 09:30

Tak Pernah Menguntung, PDAM Terus Merugi

Ilustrasi (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berupa PDAM Tirta Maja Kota Mojokerto terus merugi. Imbasnya, peran strategis perusahaan sebagai penyedia layanan air bersih hingga pemberian kontribusi bagi pemasukan daerah sulit terealisasi.

PDAM Tirta Maja dinyatakan tidak sehat dalam audit yang dilakukan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) pada tahun 2015 silam. Target penambahan sambungan langganan dan operasional layanan 24 jam juga belum terpenuhi.

Padahal, sejak empat tahun silam BUMD ini disuplai dana miliaran rupiah oleh Pemkot Mojokerto. Bantuan kucuran dana berupa penyertaan modal dari pemkot sudah diluncurkan sejak tahun 2014 silam.

Bantuan itu kemudian berlanjut untuk setiap tahunnya. Pada tahun 2016, kucuran anggaran dihentikan. Tak kurang puluhan miliar dana telah dikucurkan kepada PDAM Tirta Maja.

Atas suntikan anggaran itu, Pemkot juga memberikan target peningkatan layanan. Utamanya, pemberian layanan air bersih kepada warga Kota Mojokerto. Sejak tahun 2014 lalu, sambungan layanan ditargetkan terus bertambah hingga tahun 2018 sudah menyentuh angka 10 ribu sambungan.

Besaran 10 ribu sambungan itu dianggap titik penting dalam perencanaan bisnis salah satu BUMD Pemkot. Lantaran, pada titik itu ditaksir break even point (BEP) bisnis bidang air itu tercapai.

Sehingga, pada tahun selanjutnya, PDAM ditarget sudah bisa mengantongi keuntungan hingga dapat berkontribusi terhadap pemasukan daerah. Sayangnya, rencana tersebut tak terealisasi.

Penambahan sambungan layanan hingga tahun 2017 ini baru menyentuh angka 5.100 sambungan. Pada tahun 2015 lalu, PDAM Tirta Maja juga dinyatakan kurang sehat oleh BPKP. Pemkot lantas menyetop kucuran modal pada tahun 2017 ini.

Direktur PDAM Tirta Maja Trisno Palupi, enggan berkomentar banyak atas kondisi yang dialami PDAM. Hanya saja, dia tak mengelak jika PDAM Tirta Maja kondisinya kurang sehat. ’’Itu hasil audit BPKP tahun 2015 lalu,’’ ujarnya.

Disinggung soal kendala pengembangan usaha PDAM, Trisno menjawab apabila hal itu terkendala masih bagusnya kondisi air tanah di Kota Mojokerto. Sehingga, masyarakat terbilang memilih cara gampang dalam mengakses air yakni menggunakan air tanah.

’’Warga Kota gampang menemukan sumber air tanah yang bagus,’’ ucap dia. Sementara itu, Dewan Pengawas PDAM Tirta Maja Sumarmi, pernah mengatakan, pemkot seolah kehilangan akal untuk menggenjot kinerja BUMD tersebut.

Tahun ini, pemkot berencana menindak lanjuti rekomendasi audit BPKP. Diantaranya, melakukan perombakan jajaran direksinya. ’’Untuk dapat laporan perkembangannya saja dijanji-janjikan terus,’’ keluh dia. (fen/abi)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia