Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Sport

DBL Academy Berbagi Ilmu di SD-SMP TNH

Sabtu, 01 Apr 2017 07:30

DBL Academy Berbagi Ilmu di SD-SMP TNH

ANTUSIAS: Tim pelatih dari DBL Academy memberikan instruksi kepada siswa/siswi SD dan SMP TNH Kota Mojokerto di ajang coaching clinic. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kesuksesan menggeluti dunia basket memang tak bisa dilepaskan dari minat dan bakat sebagai modal utamanya. Maka dari itu, memupuk kecintaan terhadap basket sebaiknya dimulai sejak dini agar kemampuan semakin terasah saat menginjak dewasa.

Gambaran itu mungkin patut tersemat pada agenda DBL (Deteksi Basketball League) Academy saat berkunjung ke SD dan SMP TNH (Taruna Nusa Harapan) Kota Mojokerto, Jumat (31/3).

Meski diiringi rintik hujan yang membasahi lapangan basket, tak lantas menyurutkan langkah dan semangat siswa/siswi SD dan SMP TNH dalam agenda coaching clinic bersama DBL Academy.

Tak kurang dari 108 anak begitu antusias mengikuti setiap instruksi dan arahan para coach selama 2 jam pelatihan berlangsung. Dalam latihan bersama kali ini, 4 coach di bawah pimpinan head coach Dimas Muharri membagikan berbagai macam materi dan trik dasar dalam bermain basket yang benar.

Selain materi, para peserta dimotivasi agar tak lelah dalam mendalami basket secara utuh. Sebab, proses belajar lebih penting daripada harus mengharapkan hasil kemenangan.

’’Ya, antusias anak-anak ini sangat luar biasa. Mereka cukup mendengarkan semua instruksi kita meskipun harus hujan-hujanan. Tapi, yang lebih penting adalah mereka bermain basket ini dengan kering. Ini yang kita benahi,’’ terang head coach DBL Academy, Dimas Muharri.

Di program coaching clinic kali ini, tim pelatih memberikan dua teknik dan materi basket paling fundamental, yakni drible dan pass. Di mana drible dibagi menjadi 3 jenis, yaitu basic drible, crossover drible, dan between the legs dribble.

Lalu, teknik pasing mulai dari chest pass, bounce pass, dan overhead pass. Selama ini, banyak pebasket pemula memahami basket dengan kering atau tanpa acuan yang benar. Padahal, basket selalu berawal dari teknik pertama dan dasar yang harus dikuasai.

 ’’Mereka inginnya memasukkan bola terus. Padahal, untuk bisa bermain basket, harus melewati dua teknik dasar ini. Di DBL academy 3 level, yaitu beginner, intermediate, dan advance,’’ tambah Dimas.

Sementara itu, menanggapi kedatangan tim DBL Academy kali ini, kepala sekolah SMP TNH, Soelistyowati mengaku akan mengevaluasi kembali semangat dan pola latihan anak asuhnya pasca coaching clinic ini.

Sebab, ada beberapa materi baru yang tidak pernah dilewati ekskul basket TNH selama latihan berlangsung. Modal ini yang akan mereka terapkan untuk bisa ikut di kompetisi DBL tahun depan.

’’Kan berbeda ya, DBL itu academy, sedangkan di sekolah kita berupa ekskul. Yang pasti, sangat bermanfaat, dan akan kita evaluasi untuk kemajuan dunia basket di Mojokerto,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia