Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kesehatan

Warga Korban Banjir Mulai Diserang Penyakit

Rabu, 29 Mar 2017 09:30

Warga Korban Banjir Mulai Diserang Penyakit

MULAI TERSERANG: Warga terdampak banjir saat memeriksakan kesehatan di posko kesehatan Puskesmas Modopuro. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Ribuan warga yang terdampak banjir di Kecamatan Mojosari mulai terserang beragam penyakit. Warga mengeluhkan gejala gatal-gatal, hipertensi, hingga diare.

Luapan air yang tak kunjung surut menjadi penyebab lingkungan menjadi terkontaminasi berbagai kuman yang memicu datangnya penyakit. Seperti yang dialami Aisyah, 5, warga Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari.

Menurut ibunya, Arumi, 26, putrinya mengalami gejala panas dan batuk-batuk. Akhirnya dia memutuskan untuk memeriksakan di posko kesehatan setempat. ’’Tadi (kemarin, Red) sempat muntah juga, saya khawatir terkena diare,’’ tukasnya.

Dia mengaku, di sekitar tempat tinggalnya hingga Selasa (28/3) masih tergenang banjir hingga di atas lutut orang dewasa. Selain konsumsi makanan yang kurang teratur, lingkungan menjadi kotor ditengarai menjadi terserang penyakit.

’’Karena sudah tidak bisa masak lagi, kami hanya makan dari kiriman nasi bungkus saja,’’ tukasnya. Dengan ketinggian air yang mencapai lebih dari 1 meter memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah satunya di posko pengungsian di Balai Desa Jotangan. Meski demikian, dirinya enggan untuk mengungsi dan lebih memilih untuk tetap bertahan di rumahnya.

Sementara itu, salah satu petugas jaga di posko kesehatan, Riayah mengatakan, sejak didirikannya posko kesehatan lusa lalu, hingga siang kemarin terdapat 111 warga yang memeriksakan kondisi kesehatannya. ’’Keluhan warga rata-rata mengalami dermatitis atau penyakit kulit,’’ terangnya.

Pada umumnya penderita dermatitis mengeluh gatal-gatal, dan muncul ruam kemerahan diakibatkan adanya iritasi. Menurut Riayah, gejala tersebut lazim terjadi saat bencana banjir. Sebenarnya penanganannya cukup dibasuh dengan air bersih.

Namun, karena kondisi masih tidak memungkinkan warga diberikan obat salep. ’’Tapi salep hanya untuk meredakan saja. Untuk menghilangkan masih belum bisa, karena terkendala air yang belum surut,’’ tukasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Modopuro, Angky Meilin, menambahkan, di wilayahnya terdapat ribuan warga yang terdampak bencana banjir. Masing-masing di Dusun Gembongan, Desa Jotangan kurang lebih ada 700 warga dan di Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol sejumlah 900 warga.

’’Untuk melayani sejumlah warga itu, kita mendidirkan 5 posko kesehatan,’’ ujarnya. Masing-masing disebar di Dusun Sememi, Desa Modopuro, di Balai desa Jotangan, di Balai Desa Kedunggempol, serta 2 lainnya di Dusun Gembongan.

Dia menjelaskan, hingga kemarin kondisi kesehatan warga masih di ambang batas normal. Sehingga, belum ada warga yang dilakukan evakuasi. ’’kebutuhan obat juga sudah mencukupi karena sudah dibantu suplai dari Dinkes Provinsi,’’ pungkas dia. (ram/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia