Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kriminal

Edan, Nenek Empat Cucu Jadi Penadah Daging Curian

Minggu, 19 Mar 2017 23:11

Edan, Nenek Empat Cucu Jadi Penadah Daging Curian

PEMAIN LAMA: Tiga tersangka penadah dan pelaku curwan, Siti Saimah, Djuri dan Subai saat dirilis Polres Mojokerto. (Sofan/Radar Mojokerto )

MOJOKERTO - Pelaku spesialis pencurian hewan (curwan) jenis sapi yang belakangan ini menghantui para peternak lumpuh di tangan anggota Satreskrim Polres Mojokerto, Sabtu (18/3).

Tak hanya terungkap seusai mencuri, jaringan dua pelaku, Djuri Asmoro alias Alex, 48, warga Dusun Kedunglo, Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo dan Subai, 56 warga Dusun/Desa Jeruk Seger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dihadiahi timah panas petugas.

Keduanya ditembak di bagian kaki setelah mencoba melawan dalam drama penangkapan di simpang tiga Taman Lalu Lintas di Jalan Raya Airlangga, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, sekitar pukul 04.30.

Sabtu pagi mereka melakukan aksi pencurian di Dusun Wonokusumo, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo. Mereka berhasil membawa sapi milik Sukiman dari kandangnya. Seekor sapi itu berhasil dilumpuhkan hingga akhirnya dimutalisai lalu diambil jeroan dan dagingnya.

Petistiwa itu diketahui sekitar pukul 04.00 dini hari. Setelah Waginah, 49, istri korban hendak mengambil kayu bakar di samping kandang. Mendadak, dia dikejutkan satu dari dua ekor sapi diketahui tidak ada di kandang. ’’Satu sapi lagi sudah dalam keadaan terbungkam gombal,’’ ungkap Sukiman saat di Mapolres Mojokerto.

Mengetahui kejadian itu, spontan dia berteriak maling hingga mengundang kedatangan warga. Warga juga melaporkan ke Polsek Kutorejo. ’’Setelah kami cari, akhirnya kami temukan sapi curiannya di tengah sawah. Kondisnya sudah dimutilasi,’’ ujarnya.

Sapi betina jenis limusin milik Sukiman ini dalam kondisi mengandung enam bulan. ’’Tinggal jeroan saja dan kepala,’’ tegasnya. Petugas yang mendapat laporan warga lantas melakukan penyelidikan dan pengejaran.

Tak lama, tepat di simpang tiga Taman Lalu Lintas, Mojosari pelaku berhasil ditangkap dan dilumpuhkan saat melintas mengendarai sepeda motor Honda Vega R. Daging paha dan kepala sapi terlihat dimasukkan dalam karung plastik warna putih.

Kapolres Mojokerto, AKBP Rachmad Iswan Nusi mengatakan, tersangka sebenarnya sudah menjadi target operasi sejak bulan Agustus 2016 lalu. Pasalnya, dari evaluasi tim penyidik, tersangka merupakan pemain lama yang biasa beraksi di banyak TKP (tempat kejadian perkara).

’’Keduanya beraksi lebih dari 50 TKP, 11 di wilayah hukum Polres Mojokerto,’’ ungkapanya. Selebihnya, di Kota Mojokerto, Jombang, dan Gresik. Rachmad menambahkan, petugas juga mengamankan seorang penadah perempuan bernama Siti Saimah, 55, warga Desa Terik, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Penangkapan nenek empat cucu ini setelah petugas mengembangkan pasca penangkapan dua pelaku. ’’Nenek ini sudah sejak lama menjadi penadah daging sapi curian,’’ bebernya.

Pengakuan Saimah, sebelum dua pelaku, dia memberi uang saku terlebih dahulu untuk membeli bensin. ’’Setiap mau berangkat uang Rp 100 ribu diberikan ke pelaku,’’ tuturnya. Dalam dua tahun terakhir ini ketiganya bekerja sama. Untuk sekali beraksi pelaku bisa mengatongi keuntungan Rp 4-5 juta.

Rachmad mejelaskan, modusn pencurian pelaku berbeda dari kelompok curwan lainnya. Jika biasanya pelaku berkelompok 3-4 orang, kali ini Djuri dan Subai memilih berdua. ’’Kemudian mereka membagi peran,’’ tegas Rachmad.

Satu pelaku menunggu di jalan raya sembari mengawasi situasi, sedangkan lainnya bertugas sebagai eksekutor. Dia lalu menggiring sapi dari kandang, hingga jauh ke tengah sawah. Sebelum memutilasi sapi, pelaku lebih dulu mencekoki sapi menggunakan potas.

’’Baru, setelah sapi tidak sadar, keempat kaki yang banyak dagingnya diambil,’’ paparnya. Hasilnya, kemudian pelaku membawa daging sapi tersebut ke rumah Saimah.

Oleh penadah, daging hasil curian dibeli Rp 70 ribu per kilogram. Kemudian, sang penadah menjualnya ke pasaran dengan harga normal, yakni di kisaran Rp 90 ribu per kilogram. (ori/ris)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia