Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kriminal

Peluru Senapan Angin Tembus Jantung

Jumat, 17 Mar 2017 19:42

Peluru Senapan Angin Tembus Jantung

MENGELUH SAKIT: Abdul Sani, pelaku spesialis bobol rumah kembali dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Satreskrim Polres Mojokerto mendalami motif pelaku pembobol rumah, Sunali, seorang purnawirawan TNI AD di Dusun/Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

baca: Dor, Maling Tewas Ditembak Senapan Angin

Diduga kuat, dua pelaku bersenjata tajam itu sudah beraksi di beberapa TKP (tempat kejadian perkara). Kemarin, Abdul Sani, salah satu pelaku kembali dilarikan ke RSUD Prof Dr Seokandar Mojosari.

Warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini mendadak mengeluhkan sakit, seperti pusing-pusing dan muntah-muntah. Sedangkan, satu pelaku lainnya, Junaedi alias Didik diketahui tewas akibat tembakan senjata angin warga tak lama usai membobol rumah korban.

’’Sekarang, kami masih mengembangkan kasus ini,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, Kamis (16/3). Budi menjelaskan, dua pelaku bobol rumah diduga kuat sudah berkasi di beberapa lokasi sebelum akhirnya Rabu (15/3) tertangkap, dan jadi sasaran amukan massa yang geram dengan aksi mereka.

’’Kita curigai ada beberapa TKP dengan modus yang sama,’’ tambahnya. Dalam waktu dekat, polisi juga akan memanggil beberapa saksi. Hal ini untuk mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dan barang bukti untuk mendalami latar belakang Abdul Sani dan Didik, warga asal Surabaya.

’’Hafal nggak dengan (ciri-ciri) pelakunya itu. Karena, banyak kejadian modusnya sama, seperti yang dilakukan Sani,’’ bebernya. Namun, hal itu masih terkendala setelah Sani mengeluhkan sakit akibat luka saat dia menjadi sasaran massa.

Bahkan, Rabu sore (15/3), dia mengalami muntah darah. Sehingga, malam harinya harus dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari. ’’Luka dalamnya cukup parah setelah dimassa, sehingga pemeriksaan kami hentikan dulu,’’ tuturnya.

Sementara itu, hasil otopsi jenazah pelaku yang tewas, Didik, diketahui terdapat satu luka tembak senapan angin, yakni di bagian dada. Sedangkan, luka di kening mirip bekas tembakan senapan angin, disebut polisi, bukan luka tembakan, namun akibat terkena benda keras semacam kerikil.

’’Ternyata, satu peluru saja pada dada,’’ tegasnya. Di mana, peluru tersebut menembus jantung hingga mengakibatkan Didik tewas. ’’Jantungnya mengalami pendarahan, dan akhirnya pelaku meninggal,’’ tuturnya. Kini peluru senapan angin sudah berhasil diamankan satreskrim sebagai barang bukti.

Sebelumnya, Junaedi alias Didik, 40, maling spesialis pembobol rumah asal Semampir, Kota Surabaya, tewas dihajar massa. Di kening dan dadanya ada bekas dua luka tembakan senapan angin.

Pria penuh tato di bagian betis kanan ini tertangkap basah telah mencuri dompet Sunali. Dalam aksinya, pelaku tidak sendiri, namun bekerja sama dengan Abdul Sani. (ori/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia