Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Sport

Aghnia Afina Nita, Sabet Juara II Catur Pra Perang Bintang

Jumat, 17 Mar 2017 19:35

Aghnia Afina Nita, Sabet Juara II Catur Pra Perang Bintang

MEMBANGGAKAN: Aghnia Afina Nita menunjukkan sejumlah penghargaan yang didapat di ajang kompetisi catur se-Jatim. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kecil-kecil cabai rawit. Mungkin ungkapan itu tepat disematkan pada sosok Aghnia Afina Nita, pelajar kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Ampel, Desa/Kecamatan Bangsal.

Di usia yang menginjak 10 tahun, banyak prestasi membanggakan yang sudah diraih. Salah satunya meyabet juara II tingkat Jatim Pra Perang Bintang.

Tak pernah terbayang sedikitpun olehnya hingga akhirnya bisa menyabet medali dan piagam di ajang pecatur tingkat Jatim. Sebab, dia memang tidak mempunyai latar belakang sebagai siswi pecinta catur. Selain itu, sebelumnya dia tak pernah mengenal bagaimana permainan catur yang benar.

Namun, dengan ketekunan dan motivasi tinggi, kini dia mampu menorehkan prestasi. Di usia yang masih menginjak 10 tahun, Aghnia sudah bisa mengharumkan nama Kabupaten Mojokerto di ajang pecatur junior tingkat Jatim.

Terbaru, dia berhasil memperoleh juara II dalam kompetisi catur Pra Perang Bintang Korwil I Said Abdullah Cup I di Surabaya pekan lalu. Dia berhasil mengalahkan puluhan peserta lain dari kabupaten/kota di Jatim.

’’Sekarang, main catur asyik juga dan cukup termotivasi,’’ tuturnya lirih. Nita harus menyiapakan diri, baik strategi atau fisik dalam ajang kompetisi perang bintang di Surabaya, 24-26 Maret mendatang. ’’Apalagi, lawan saya nanti, sama-sama pemain andalan,’’ ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu.

Dia menceritakan, ahli bermain catur hingga akhirnya bisa menyabet medali di beberapa kompetisi tentu tidak mudah. Nita dituntut belajar catur dari nol. Apalagi, awalnya siswi kelas IV MI Sunan Ampel, Desa/Kecamatan Bangsal ini tidak memahami apa itu permainan catur.

Jangankan juara, untuk menggerakkan buah catur di atas papan catur saja bingung. ’’Saya termotivasi dari kakak kelas. Kalau kakak kelas saya bisa, saya juga harus bisa,’’ tandas Nita, anak pertama dari pasangan Khoirul Anam dan Hariyati itu.

Dia mengaku, saat ini genap delapan bulan mengenal dan belajar permainan catur. ’’Itupun awalnya bukan kemauan saya. Sebelumnya, bagaimana jalannya kuda saja saya tidak tahu,’’ tambahnya.

Mulanya, dia coba-coba belajar menjadi pecatur. Tapi, seiring berjalannya waktu, siswi asal Dusun Tlasik, Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar ini akhirnya semakin menjiwai. Bahkan, hari-harinya merasakan keanehan jika tanpa bermain catur.

Setiap hari, sepulang sekolah ada jadwal khusus melatih kemampuan. Menguasai strategi dan taktik untuk melumpuhkan lawan. ’’Paling lama 4 jam sehari. Itupun malam harinya biasanya berlatih lagi,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia