Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan

USBN, SMK Pakai CBT, SMA dengan Kertas

Rabu, 15 Mar 2017 10:00

USBN, SMK Pakai CBT, SMA dengan Kertas

MODEL BARU: Siswa SMAN 1 Kota Mojokerto saat mengerjakan soal-soal simulasi UNBK. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Persiapan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMA sederajat di Kabupaten/Kota Mojokerto tinggal menghitung hari. Ujian bakal dilakukan pada 20-23 Maret ini.

Artinya, dalam sisa waktu kurang dari sepekan semua sekolah harus merampungkan segala persiapan. Kasi Pendidikan Menengah Cabang Dispendik wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto, Muhammad Suwanto menjelaskan, pelaksanaan USBN akan terbagi dua konsep.

Yaitu, jenjang SMA dilakukan menggunakan paper test atau kertas, sedangkan SMK bakal menerapkan computer based test (CBT). Dia memaparkan, tahun ini, USBN merupakan ujian pertama kali yang diterapkan oleh sekolah.

Secara umum, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ujian sekolah (US). Hanya saja, terdapat kombinasi soal antara yang dibuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) provinsi dan soal dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

”Sebanyak 75 persen soal dari MGMP. Sedangkan, 25 persen dari pusat (BNSP),” ujarnya. Penyusunan soal USBN tersebut telah selesai dilakukan Provinsi Jatim. Dan, saat ini, naskah soal sudah didistribusikan ke masing-masing cabang dispendik.

Namun, untuk mempermudah akses pengambilan naskah, pihaknya mengkoordinasikan ke Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kemudian, dari MKKS akan didistribusikan ke setiap kepala sekolah masing-masing.

”Senin kemarin ada penyerahannya dari provinsi. Tapi, soalnya saja, kunci jawabannya masih di provinsi,” ungkapnya. Menurut Suwanto, naskah soal sudah pengggabungan antara 75 persen soal dari MGMP dan 25 persen dari pusat, hanya masih berupa soft copy saja.

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah bagi lembaga yang menerapkan ujian CBT. Sehingga, sekolah tinggal memasukkan soal-soal tersebut ke dalam program komputer. ”Untuk yang ujian berbasis kertas, nanti tetap digandakan sendiri oleh sekolah,” tukasnya.

Sedangkan, mata ujian yang diterapkan dalam USBN adalah mapel yang tidak ada dalam ujian nasional (unas). Untuk SMA, ada enam mapel yang diujikan. Yakni, pendidikan agama, PPKn, dan sejarah, ditambah dengan tiga mapel sesuai dengan jurusan.

Dia merinci, untuk jurusan IPA meliputi mapel biologi, fisika, dan kimia. Sedangkan, jurusan IPS adalah geografi, sosiologi, dan ekonomi. Untuk jurusan bahasa, antropologi, bahasa asing, dan sastra Indonesia.

”SMK itu hanya tiga, pendidikan agama, PPKn, dan KKPI (keterampilan komputer dan pengelolaan informasi),” tandasnya. Dari data nominasi sementara (DNS) disebutkan, tahun ini jumlah peserta ujian mencapai 16 ribu peserta.

Masing-masing tersebar dari 69 lembaga SMK, 48 SMA, dan 43 MA negeri dan swasta se-Kabupaten/Kota Mojokerto. (ram/ris)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia