Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Kesehatan

Gilang Pratama, Balita Penderita Tumor Otak, Ultah di ICU

Senin, 13 Mar 2017 21:43

Gilang Pratama, Balita Penderita Tumor Otak, Ultah di ICU

BERHARAP SEMBUH: Gilang saat didampingi ibunya, Ratih di ruang ICU RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Di usianya yang masih menginjak empat tahun, Gilang Pratama Putra, harus berjuang melawan tumor otak yang menyerangnya. Penyakit tersebut kini membuatnya hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Siang itu, di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Ratih Setiyowati, 34, dengan telaten membelai lembut tubuh Gilang Pratama Putra.

Sesekali dia juga memanggil namanya dan mencoba untuk mengajaknya berbicara. ’’Gilang, bangun Nak,’’ lontarnya dengan nada pelan. Namun, waktu itu bocah 4 tahun tersebut belum menyahutnya.

Dengan kondisi kepala yang masih dibalut perban, dia terlihat masih tertidur pulas. Hidungnya masih terpasang dua selang, masing-masing membantu suplai oksigen untuk bernapas.

Sedangkan, satunya lagi untuk memasukkan makanan ke tubuhnya. ’’Hanya boleh dikasih susu dan air saja,’’ papar perempuan yang menjadi TU di SMK Taman Siswa Kota Mojokerto ini.

Menurutnya, sudah empat hari anaknya dirawat secara intensif di ruang ICU, karena usai menjalani operasi di bagian kepalanya. Bagi Gilang, operasi tersebut sudah ia dijalani untuk kali keempatnya.

Pertama, pada Desember tahun lalu, kemudian yang kedua pada Januari. Sedangkan dua diantaranya dilakukan pada Maret ini. ’’Saat operasi ketiga, tepat di hari ulang tahun Gilang yang keempat, pada 8 Maret kemarin,’’ ujar perempuan asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini.

Ratih menceritakan, anak semata wayangnya itu terdiagnosa tim medis menderita medulloblastoma atau sejenis tumor otak yang cenderung menyerang pada bayi dan anak-anak. Tumor tersebut menyerang bagian cerebellum atau di otak kecilnya.

Operasi pertama dilakukan untuk pemasangan selang berfungsi mengeluarkan cairan di otaknya. Cairan tersebut adalah dampak akibat adanya tumor di kepalanya.

Sehingga, harus dipasang alat selang dari kepala bagian belakang yang dihubungkan untuk mengeluarkan cairan menuju perutnya. ’’Fungsinya untuk menanggulangi cairan yang menggenang akibat tumor tadi. Karena bisa menyebabkan kepalanya membesar atau mencegah hidrosefalus,’’ paparnya.

Berikutnya, operasi kedua dilakukan sekitar akhir Januari 2017 lalu. Operasi itu dilakukan di RSAL Dr Ramelan, Surabaya, untuk pengangkatan tumor di otak kecilnya.

Upaya tersebut berjalan lancar dan selanjutnya dokter menyarankan untuk melakukan radioterapi atau terapi yang memanfaatkan sinar untuk membunuh sel kanker.

’’Namun harus ada MRI (Magnetic resonance imaging) pascaoperasi, tapi hasilnya ada pendarahan di otak kanan dan kirinya. Akhirnya harus operasi lagi untuk menangani masalah itu dulu,’’ ujarnya.

Akhirnya, tepat pada 8 Maret kemarin, Gilang harus rela merayakan hari ulang tahunnya di rumah sakit. Karena, saat itu dirinya harus kembali ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk menjalani operasi kali ketiganya. Kali ini untuk mengangkat pendarahan yang ada pada otaknya.

Namun, kata Ratih, usai menjalani operasi ketiga, Gilang masih belum sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan Computerized Tomography (CT) Scan, terdapat rongga udara yang berada di antara otak kanan dan kirinya.

’’Sehingga besoknya (9 Maret) terpaksa dilakukan operasi lagi untuk mengurangi rongga udaranya. Itu yang membuat Gilang masih berada di ICU sampai saat ini,’’ tandasnya. (ram/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia