Rabu, 24 Jan 2018
radarmojokerto
Pendidikan

Siswa Mengaku Belum Dikasih Orang Tua

Sabtu, 11 Mar 2017 11:00

Siswa Mengaku Belum Dikasih Orang Tua

TERGANGGU: Seorang guru mendampingi siswa SMAN 3 Kota Mojokerto di kegiatan belajar mengajar. (Rizal/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Menunggaknya pembayaran SPP siswa di lembaga SMA/SMK ditengarai akibat ketidaksiapan orang tua. Sebab, mereka belum sepenuhnya terbiasa untuk membayar iuran. Sebab, selama ini Pemkot Mojokerto telah memanjakan dengan pendidikan gratis.

Sebagaimana diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Pengelolaan lembaga jenjang pendidikan menengah secara resmi telah diambil alih oleh Pemprov Jatim.

Dengan demikian, saat ini pemkot tidak bisa lagi membiayai SMA/SMK yang tidak lagi menjadi kewenangannya. Meski sempat mendapat lampu hijau oleh gubernur, namun upaya pemkot untuk tetap bisa membantu siswa masih jalan di tempat.

Sebab, hingga kini belum ada cantolan hukum terkait pemberian bantuan. Hingga akhirnya, pemprov memastikan tidak ada lagi sekolah gratis. Hal itu ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim Soekarwo pada Januari 2017 lalu.

SK tersebut menetapkan jumlah iuran SPP di masing-masing daerah. Untuk di Kota Mojokerto sendiri, SPP untuk SMA telah ditetapkan sebesar Rp 95 ribu. Sedangkan untuk jenjang SMK teknik sebasar Rp 170 ribu, dan SMK nonteknik Rp 135 ribu.

Widodo, salah satu wali murid SMAN 2, mengungkapakan, dirinya telah mengetahui bahwa saat ini lembaga SMA/SMK telah beralih kelola oleh pemprov. Akibatnya, dia harus kembali membayar SPP untuk biaya pendidikan anaknya.

’’Ya mau bagaimana lagi, wong aturannya memang begitu,’’ terangnya. Warga asal Kecamatan Prajuritkulon ini, mengaku, sudah membayar kewajibannya tersebut.

Hanya saja, memang beberapa orang tua yang lain masih banyak yang belum membayar. ’’Mungkin mereka yang nunggak itu karena belum terbiasa, karena sebelumnya kan gratis,’’ cetusnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas XII SMAN 3 Kota Mojokerto, menambahkan, selama kelas X sampai dengan kelas XII, dia tidak pernah membayar sama sekali untuk biaya sekolah.

Namun sejak semester II ini, dirinya harus membayar SPP sebesar Rp 95 ribu per bulan. ’’Mulai pertengahan Januari mulai bayar,’’ cetusnya. Menurutnya, hal tersebut diumumkan oleh pihak sekolah.

Namun, mulai Januari hingga Maret ini SPP tersebut belum dibayarnya. Dia beralasan karena belum dikasih uang oleh orang tuanya. ’’Belum, rencananya bulan ini mau bayar semua. Karena kalau belum lunas tidak dikasih kartu ujian nanti,’’ pungkas siswa asal Balongsari ini. (ram/abi)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia